Jaringan Terorisme, Dokter Kejiwaan Sebut Alami Masalah Psikologi Rentan Terdoktrin

Mawardi Tombang
Senin, 18 November 2019 12:09:27
Polisi berjaga di depan gedung Mapolrestabes Medan pascaaksi bom bunuh diri yang dilakukan seorang pemuda

MEDAN KANALSUMATERA.com - Pascabom bunuh diri yang terjadi di Mapolrestabes Medan Jalan HM Said nomor 1, pada Rabu (13/11/2019) lalu, sebanyak enam orang menjadi korban.
Aksi bom bunuh diri menjadi perhatian khusus bagi pihak kepolisian.

Terkait ajaran yang diduga merupakan sesat tersebut, Dokter spesialis kejiwaan sekaligus Ketua Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) Dr dr Elmeida Effendy MKed KJ SpKJ (K) mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat seseorang sampai nekat atau dengan mudahnya terdoktrin untuk melakukan aksi bom bunuh diri.
"Salah satunya adalah karena masalah psikologi.

Terutama bagi mereka yang sudah tidak memiliki tujuan hidup lagi di dunia, yang selalu merasa kesunyian di tengah keramaian, merasa sendiri dan tidak memiliki siapa-siapa, serta mengalami depresi atau gangguan jiwa lainnya akan lebih rentan untuk disugesti," ujarnya, Senin (28/11/2019).
Masih dikatakan Elmeida, selain faktor keterbatasan intelegensia juga akan sangat berpengaruh bagi doktrin atau sugesti tersebut dilakukan.
"Nah orang yang seperti ini akan menganut paham aneh. Di mana mereka menganggap aksi bom bunuh diri termasuk perbuatan jihad, dan jika terluka atau mati akan dijanjikan surga."

"Dengan doktrin seperti itu mereka akan melakukan apa pun yang disuruh orang lain, meskipun hal itu berbahaya dan kurang masuk akal," ungkapnya.
Pascaperistiwa yang terjadi di Mapolrestabes Medan, petugas Densus 88 dan Polda jajaran terus melakukan penyelidikan terkait jaringan yang diduga terorisme ini.
Saat ditanya bagaimana cara mengantisipasi agar tidak terjerumus dalam jaringan ini, Elmeida mengimbau bagi siapa saja yang memiliki anggota keluarga dengan masalah-masalah tersebut agar senanatisa menjaganya.

"Melalui jalin komunikasi yang lebih terbuka. Agar dapat mencegah hal yang tidak diinginkan itu sampai terjadi.
Namun jika hal ini justru terjadi dengan diri sendiri, agar jangan pernah mudah mempercayai ajakan orang lain untuk berbuat sesuatu yang ada di luar koridor hukum dan kebenaran," jelasnya.

Disamping itu, sambungnya berbicaralah terlebih dahulu dengan orang atau keluarga terdekat sebelum memutuskan sesuatu.
"Carilah teman-teman yang baik dan mau membantu memilah apa yang kita anggap pantas maupun tidak. Teman-teman yang selalu bersedia diganggu untuk ditanyakan pendapat, berdiskusi dan membahas bebagai hal," katanya.
Adapun cara lain yang dapat menghindari yakni, hindarilah kebiasaan untuk melamun dan terlihat kosong yakni dengan cara selalu menjaga konsentrasi.

"Misalnya dengan berdoa dan berzikir bila memiliki masalah atau dalam menentukan suatu keputusan terbaik.
Sehingga pikiran agar tidak kosong walaupun di saat sedang sendirian," pungkasnya.



Lainnya
DPRD Riau Dorong Bapenda Masifkan Sosialisasi Pemutihan Pajak Kendaraan
DPRD Riau Dorong Bapenda Masifkan Sosialisasi Pemutihan Pajak Kendaraan
Bupati Kampar Dukung Kerjasama Pengolahan Sampah Menjad
Reuni Akbar IKA PPICA Bersama UAS Berhasil Kumpulkan Da
Bupati Kepulauan Meranti Lantik Pejabat Baru, Ini Dafta
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Politik
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi di DPR
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi di DPR
Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung
Ganjar Minta Gerindra Fokus Rakyat Sebelum Bicara Pilpr
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar