Imbauan Agar Tidak Merayakan HUT RI Di Puncak Gunung Marapi

Mawardi Tombang
Jumat, 16 Agustus 2019 14:31:16
Ilustrasi

Batusangkar, (ANTARA) -,KANALSU,MATERA.COM Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Sumatera Barat, mengimbau para pendaki untuk tidak merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia di puncak gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Tanah Datar dan Agam tersebut.

"Gunung Marapi masih berstatus waspada, kami imbau kepada wisatawan atau para pendaki untuk tidak merayakan HUT RI diatas puncak atupun cadas gunung," kata Teguh Purnomo Petugas PGA Marapi di Bukittinggi, Jumat.

Ia mengatakan status waspada Marapi sudah diberlakukan sejak Agustus 2011 silam hingga Kamis (15/8). Meski sudah lewat batas, bisa saja terjadi erupsi atau letusan secara tiba-tiba.

Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut memang menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan untuk mendaki.

Baca: KONI Payakumbuh Studi Banding ke KONI Pekanbaru, Dalami Program Pembinaan Atlet

Karena dalam status waspada tersebut, pendaki, wisatawan atau masyarakat setempat, disarankan untuk tidak mendekati kawah atau puncak di radius tiga kilometer, karena bahaya jika terjadi letusan secara tiba-tiba.

Ia mengaku, hingga pertengahan tahun 2019, aktivitas vulkanik di Gunung Marapi setiap harinya sangat fluktuatif atau cenderung tidak tidak stabil.

Dari data PGA Gunung Marapi sepanjang 12-13 Agustus 2019, Gunung Marapi sudah mengalami tiga kali gempa tornillo atau gempa pada kedalaman dangkal serta tiga kali gempa vulkanik dalam.

"Untuk itu kami menyarankan kepada para pendaki sebaiknya berpikir terlebih dahulu dan mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum mendaki," katanya.

Terkait
360 Hunian Tetap Dibangun di Agam, Penyintas Bencana Mulai Disiapkan untuk Relokasi
360 Hunian Tetap Dibangun di Agam, Penyintas Bencana Mulai Disiapkan untuk Relokasi
Layanan Digital BPJS Kesehatan Makin Canggih, Peserta J
Lainnya
Wabup Kampar Tutup Kejuaraan Grasstrack dan Motocross, Dorong Lahirnya Pembalap Berprestasi
Wabup Kampar Tutup Kejuaraan Grasstrack dan Motocross, Dorong Lahirnya Pembalap Berprestasi
Kepala Bapenda Pekanbaru Salurkan Program BAAS untuk Ke
AMMPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Dugaan Pencemaran L
Pemprov Kepri Terus Gasah Rencana Rute Roro Kepri - Mal
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hukum
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Polisi Dalami Dugaan Dana Kelompok Anarko Berkedok Kegi