Ikan Berformalin Dalam Kapal Asal Malaysia Ditangkap di Aceh
BANDA ACEH, KANALSUMATERA.com- Kapal pengawas perikanan Hiu 012 Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) menangkap dua kapal nelayan berbendera Malaysia beserta nakhoda dan tujuh Anak Buah Kapal (ABK) warga negara Thailand karena diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia, Sabtu (2/2).
Ternyata, ikan yang ada dalam kapal asal Malaysia tersebut memiliki tanda-tanda sudah bercampur formalin, sehingga tidak layak lagi untuk dikonsumsi.
Kepala PSDKP Lampulo Banda Aceh, Basri mengatakan ikan diatas dua kapal itu memang terdapat tanda-tanda berformalin, apalagi pihaknya juga menemukan adanya bahan formalin didalam kapal.
Kemudian, kata Basri, ABK sendiri juga mengakui bahwa ikan tersebut sudah tercampur formalin, hal itu dilakukan karena berdasarkan pengakuan para ABK kalau di Malaysia memperbolehkan ikan berformalin.
"Mereka (ABK) mengakui bahwa ikan berformalin, karena di Malaysia menurut mereka dibolehkan ikan berformalin, tapi di Indonesia itu formalin sama sekali tak ada toleransi, tidak bisa berformalin," kata Basri kepada wartawan, Kamis (7/2).
Terhadap ikan-ikan itu, Basri menuturkan pihaknya akan melakukan tes lebih lanjut, kemudian dilanjutkan dengan pemusnahan mengingat ikan tersebut tidak layak untuk dikonsumsi.
"Akan dibuatkan berita acara pemusnahan, akan dimusnahkan karena tidak layak konsumsi," ujarnya.
Basri juga menyampaikan, berdasarkan keterangan ABK, mereka sendiri tidak menyantap ikan-ikan berformalin tersebut. Tetapi ada ikan lain yang sudah dipisahkan untuk dimakan, dan itu tidak mengandung formalin.
"Untuk makan mereka, ada ikan lain yang sudah dipisahkan," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, ada sembilan ABK dan dua nahkoda kewarganegaraan Thailand melakukan penangkapan ikan secara ilegal mengunakan trawl yang dilarang di Indonesia.
Di dalam dua kapal yang berukuran 63 dan 64 gross tonnage (GT) itu, kata Basri, ditemukan sejumlah ikan berbagai jenis hasil tangkapannya di perairan Indonesia.
"Di dalam kapal kami temukan ikan berbagai jenis dengan jumlah yang banyak, tapi untuk beratnya belum kami hitung," sebutnya kepada wartawan, Rabu (6/2).ajn.ks
