Film 'Mandeh 'Raih Tiga Penghargaan D iAjang Sumbar Film Festival 2019

Mawardi Tombang
Senin, 19 Agustus 2019 11:38:09
Ilustrasi

Padang,KANALSUMATERA.com - Film berjudul "Mandeh" meraih tiga penghargaan dalam ajang Sumbar Film Festival (Surfival) 2019 yakni sebagai film terbaik di festival tersebut, kemudian kategori film fiksi terbaik dan film dengan ide terbaik.

Asisten sutradara film Mandeh, Adriyas Putradi Padang, Senin mengakui pembuatan film ini telah lama digarap dan produksinya cukup besar.
"Sejak awal saya sudah percaya cerita film Mandeh ini banyak mewakili perasaan orang," kata dia

Ia mengatakan film 'Mandeh' digarap hingga berbulan-bulan yang merupakan tugas akhir para timnya di Institut Kesenian Jakarta yang berkolaborasi dengan Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

"Pra produksinya, dari ide sudah lama tapi serius digarap pra produksi tiga sampai empat bulan. Untuk produksi dua setengah hari dan pasca-produksi sampai empat bulan," katanya.

Baca: KONI Payakumbuh Studi Banding ke KONI Pekanbaru, Dalami Program Pembinaan Atlet

Menurutnya pesan yang ada di film 'Mandeh' cukup sederhana yaitu kasih sayang seorang ibu kepada anaknya yang tidak pernah habis walau disampaikan dengan cara lain.

"Kasih ibu sepanjang jalan. Kasih ibu tidak habis-habis. Pesan di film Mandeh ini walaupun anaknya melakukan kesalahan tapi seorang ibu tetap seperti semula, kasih sayangnya," ujarnya.

Ia mengatakan selain ikut festival di Sumbar pihaknya sedang berusaha untuk ikut dan menampilkan film Mandeh di festival tingkat nasional.
"Kita juga tengah menggarap pembuatan alih bahasa ke dalam berbahasa Inggris di film Mandeh agar bisa maju ke tingkat internasional," kata dia.

Film Mandeh ini mengalahkan empat kandidat film lainnya yang masuk nominasi kategori fiksi sebelumnya seperti "Surek" sutradara Rizky Andrian dari rumah produksi Stereotype.

Baca: 360 Hunian Tetap Dibangun di Agam, Penyintas Bencana Mulai Disiapkan untuk Relokasi

Kemudian "Raso" sutradara Yogi Sapta Hadi dari rumah produksi Sarang Musang Picture, "Pesawat Kertas" sutradara Zahrah Yuni Alda dari rumah produksi Ruang Mitos Films dan "Sarumpun" sutradara Afrinal dari rumah produksi Sarang Musang Picture.

Selain itu untuk kategori film dokumenter terbaik Surfival 2019 diraih Bungo Lado karya Andri Maijar dari rumah produksi Rumpun Creative.
Film ini ingin menyampaikan betapa Minangkabau memiliki keragaman tradisi terutama yang berkaitan dengan keagamaan.

Tradisi Bungo Lado adalah cara mengumpulkan sedekah oleh masyarakat setempat, uniknya, uang sedekah tersebut digantung pada sebuah ranting kayu selama lebih kurang satu minggu jelang peringatan Maulid Nabi

Di Nagari Parit Malintang, setiap korong memiliki Bungo Lado masing-masing, nantinya Bungo Lado tersebut akan dikumpulkan di masjid nagari saat hari puncak peringatan Maulid Nabi.

Baca: Layanan Digital BPJS Kesehatan Makin Canggih, Peserta JKN Kini Urus Administrasi Tanpa Antre

Dengan terpilih menjadi yang terbaik, maka film Bungo Lado mengalahkan empat film dokumenter lainya yang masuk nominasi seperti "Tanah Datar Luhak Nan Tuo" sutradara Ahmad Zuriyatul Khiari dari rumah produksi Tugas Anjay Studio.

Kemudian "Masijago Pora Mai" (Menjaga Tanah Adat) sutradara Gilang Syahbani dari DAAI TV, "Langkitang dan Pensi" sutradara Suwanda Kurnia Maufdi dari Universitas Andalas dan "Surau Kito" sutradara Rizqy Vajra J dari Institue Seni Indonesia Yogyakarta yang terpilih menjadi film dengan ide terbaik.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfianmengatakan ajang Sumbar Film Festival angat mempengaruhi perkembangan industri film di Ranah Minang.

Apalagi Sumbar mempunyai kekayaan dalam bidang kreativitas yang tinggi terutama di bidang perfilman.

"Bahkan beberapa film dari Sumbar kita juga berkiprah di tingkat nasional seperti Surau dan Silek dan Liam dan Laila dan lainnya. Bahkan novel dari Sumbar banyak yang dijadikan film" kata dia

Menurut dia hal ini menunjukkan Sumbar memiliki potensi di bidang perfilman.Film mempunyai dampak dan peran yang luar biasa, terutama dalam pelestarian budaya dan seni serta bidang

Film memiliki dampak menumbuhkan minta orang untuk berangkat ke suatu destinasi. Contohnya, film Laskar Pelangi yang pengambilan di Pulau Bangka Belitung mampu menjadikan wilayah itu sebagai destinasi wisata baru.

"Kita harap banyaknya film yang muncul menampilkan keindahan alam Sumbar mampu menjadi daya tarik wisatawan datang dan membangkitkan perekonomian masyarakat," kata dia. (*)



Lainnya
Pj. Sekda Kampar Pimpin Rapat Persiapan Launching Gerakan Zakat, Infak dan Sedekah
Pj. Sekda Kampar Pimpin Rapat Persiapan Launching Gerakan Zakat, Infak dan Sedekah
Sekda Pekanbaru Hadiri HUT 101 Damkar, Motivasi Kru Dam
Tujuh Karya Budaya Pesisir Selatan Ditetapkan Sebagai W
KLHK Nilai Gubernur Kepri Tidak Peduli Lingkungan Terka
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad