DIPIKAT MASTENAR, Inovasi Puskesmas Tenayan Raya Perkuat Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

Mawardi Tombang Amar
Selasa, 18 Agustus 2026 21:33:59

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU — Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, kanker, dan gangguan kesehatan jiwa masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru menghadirkan inovasi DIPIKAT MASTENAR untuk memperkuat deteksi dini, pencegahan, serta pengendalian PTM di tengah masyarakat.

DIPIKAT MASTENAR merupakan singkatan dari Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Bersama Puskesmas Tenayan Raya. Program ini dirancang agar masyarakat dapat mengetahui risiko penyakit lebih awal sehingga upaya pencegahan dan penanganan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang dan menimbulkan komplikasi.

Kepala Puskesmas Tenayan Raya, Nel Afni Lahamid, S.KM., M.KM, mengatakan masih terdapat kesenjangan dalam cakupan skrining PTM di Kota Pekanbaru.

Berdasarkan data tahun 2023, dari total penduduk Kota Pekanbaru sebanyak 1.082.246 jiwa, baru sekitar 74.082 jiwa atau 6,8 persen yang mendapatkan layanan skrining PTM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.403 jiwa atau sekitar 16,7 persen diketahui memiliki risiko terhadap penyakit tidak menular.

Baca: Kapolda Riau Ajak Ojol Perkuat Kamtibmas dan Peduli Kelestarian Alam

Sementara itu, cakupan skrining di wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya menunjukkan angka yang lebih tinggi. Dari total 64.802 jiwa penduduk, sebanyak 11.924 jiwa atau 18,4 persen telah mendapatkan layanan skrining PTM.

Hasil skrining tersebut menunjukkan terdapat 4.054 jiwa atau sekitar 23,7 persen yang berisiko mengalami PTM.

“PTM yang banyak terjadi di antaranya hipertensi, diabetes melitus, kanker rahim serta gangguan kesehatan jiwa,” ujar Nel Afni.

DIPIKAT MASTENAR Bukan Sekadar Skrining

Baca: Sekda Kampar Perkuat Sinergi Reforma Agraria di Rakor GTRA Provinsi Riau 2026

Melihat tingginya risiko PTM di masyarakat, Puskesmas Tenayan Raya mengembangkan DIPIKAT MASTENAR sebagai inovasi pelayanan kesehatan yang tidak berhenti pada pemeriksaan atau skrining.

Program tersebut mengintegrasikan sejumlah kegiatan, mulai dari edukasi kesehatan, deteksi dini faktor risiko PTM, pemeriksaan rutin hingga pengelolaan pasien secara berkelanjutan.

Masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai PTM dan pentingnya menjaga kesehatan. Upaya pencegahan diperkuat melalui peningkatan aktivitas fisik, salah satunya dengan kegiatan senam bersama Puskesmas Tenayan Raya.

Bagi masyarakat yang telah terdeteksi menderita PTM, dilakukan pemantauan dan pemeriksaan secara rutin setiap bulan. Langkah tersebut bertujuan membantu mengendalikan penyakit sekaligus menekan risiko komplikasi.

Baca: Bantuan Beras Diperluas untuk 3.034 KPM, Bupati Ahmad Yuzar: Negara Harus Hadir di Tengah Masyarakat

Pelayanan DIPIKAT MASTENAR juga mencakup kunjungan rumah bagi pasien dengan risiko tinggi. Selain itu, tersedia layanan laboratorium dan dukungan apotek Program Rujuk Balik (PRB) untuk membantu pasien memperoleh obat secara rutin.

Mengusung Konsep One Stop Service

Salah satu keunggulan DIPIKAT MASTENAR adalah penerapan konsep one stop service dalam pelayanan kesehatan.

Dengan konsep tersebut, masyarakat yang membutuhkan layanan lanjutan tidak harus berpindah-pindah tempat. Berbagai layanan seperti skrining lanjutan, pemeriksaan laboratorium, pengambilan obat PRB hingga fisioterapi dapat diakses melalui Puskesmas Tenayan Raya.

Baca: CFD Rokan Hilir Ramai Diserbu Warga, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Dongkrak UMKM

Konsep pelayanan terintegrasi ini diharapkan membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan, terutama bagi pasien yang membutuhkan pemantauan secara rutin.

Selain meningkatkan akses pelayanan, DIPIKAT MASTENAR juga diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa penyakit tidak menular dapat dicegah dan dikendalikan apabila faktor risikonya diketahui sejak dini.

Cegah Hipertensi, Diabetes hingga Kanker

Program DIPIKAT MASTENAR memiliki sejumlah sasaran utama, terutama mencegah munculnya kasus PTM seperti hipertensi, diabetes melitus dan kanker rahim.

Baca: Bupati Kampar Tegaskan ASN PUPR Jaga Integritas, Tolak Penyimpangan dan Utamakan Profesionalisme

Bagi masyarakat yang sudah memiliki penyakit, program ini diarahkan untuk memastikan pasien mendapatkan pengelolaan dan penatalaksanaan yang tepat. Pemantauan secara berkala diharapkan dapat mencegah komplikasi sekaligus membantu meningkatkan kualitas hidup pasien.

Inovasi Puskesmas Tenayan Raya ini menempatkan deteksi dini PTM sebagai bagian penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Semakin cepat seseorang mengetahui faktor risiko atau kondisi kesehatannya, semakin cepat pula langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan.

Melalui DIPIKAT MASTENAR, Puskesmas Tenayan Raya berupaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memperkuat gerakan pencegahan penyakit tidak menular di Kota Pekanbaru.

Pesan yang ingin dibangun pun sederhana: semakin cepat mengetahui risiko, semakin cepat pula langkah pencegahan dan pengobatan dapat dilakukan.

Terkait
Kafilah Bengkalis Curi Perhatian di Pawai Ta’aruf MTQ Riau 2026, Diikuti 1.212 Peserta
Kafilah Bengkalis Curi Perhatian di Pawai Ta’aruf MTQ Riau 2026, Diikuti 1.212 Peserta
Saat Launching Forum DPR RI, Syahrul Aidi Tawarkan Kerj
Dorong UMK Masuk Ekosistem Digital, Wabup Kampar Buka P
Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran, PUPR Kampar Fokus
Lainnya
2.766 Peserta CPNS di Rohul Ikuti Seleksi Tanggal 13  Sampai 20 Oktober 2021
2.766 Peserta CPNS di Rohul Ikuti Seleksi Tanggal 13  Sampai 20 Oktober 2021
Tokopedia Gandeng Rumah Yatim Berikan Kado Akhir Tahun
Pemkab-Forkopimda Siak Ikuti Upacara Virtual Hari Kesak
Dengan Pupuk Organik, Petani Sumsel Sukses Panen Raya P
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Daerah
DIPIKAT MASTENAR, Inovasi Puskesmas Tenayan Raya Perkuat Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular
DIPIKAT MASTENAR, Inovasi Puskesmas Tenayan Raya Perkuat Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular
Malam Resepsi HUT ke-81 RI di Kampar Meriah, Bupati Aja
Syahrul Aidi Pimpin Upacara HUT RI di Hayfalah Boarding
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Olahraga
Kadispora Riau Yurnalis Apresiasi Turnamen Domino KONI Kampar, Dorong Domino Jadi Olahraga Positif
Kadispora Riau Yurnalis Apresiasi Turnamen Domino KONI Kampar, Dorong Domino Jadi Olahraga Positif
Pemerintah Prancis Tegaskan Zidane Tak Perlu Dipersoalk
Enam Federasi Sepak Bola Arab Solid Dukung Gianni Infan
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket