Bupati Serahkan 7 Ambulance di Tambang, Minta Maaf Untuk Desa Belum Dialokasikan
KANALSUMATERA.com - Kampar - Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto SH secara langsung menyerahkan tujuh ambulance kepada desa yang mendapatkan pada tahun anggaran tahun 2019 dan 2020 di halaman kantor Camat Tambang pada Rabu (27/01/2020).
Turut hadir dalam penyerahan tersebut, Anggota DPR RI Syahrul Aidi, Ketua DPRD Kampar Muhammad Faisal, Dandim 031 Kampar , Danyon 132 Bima Sakti, Kejari Kampar, Kepala Lapas Dan Forkompimcam. Dalam kegiatan tersebut terlihat juga hadir Ninik mamak kenegerian Tambang-Terantang.
Selain menyerahkan Ambulance, bupati juga menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) secara simbolis kepada masyarakat Tambang, dan menyampaikan bahwa kelanjutan pembangunan jalan dua jalur dari Desa Kualu Nenas sampai ke Desa Tambang.
Tokoh masyarakat Tambang Nazaruddin Chaniago dalam sambutannya mengatakan bahwa apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah saat ini sangat luar biasa dan dapat langsung di rasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Baca: Pastikan Mudik Aman, Kadinkes Kampar Keliling Pantau 8 Posko Kesehatan Terpadu
"Tambang saat ini berkembang pesat, tentu saja ini menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kabupaten Kampar maka perlu gerbang untuk masuk kampar" pintanya.
Sementara itu Bupati Kampar dalam arahannya menyebutkan pemda serius mendengarkan keluhan masyarakat dalam bidang kesehatan. Maka dari itu ambulance itu dianggarkan di desa untuk membantu masyarakat yang sangat membutuhkan.
Tidak semua masyarakat mampu dan memiliki mobil. Oleh karena itu Ambulance merupakan solusi tepat untuk semua masyarakat. Progam ini merupakan pro rakyat dan sangat terasa kehadirannya oleh masyarakat. Karena masih ada desa yang belum dapat maka Pemda Kampar minta maaf.
Bupati Kampar menyampaikan data bahwa Kampar memiliki jumlah desa dan kelurahan terbanyak. Oleh sebab itu tidak semuanya bisa terjangkau oleh Pemda Kampar, jika masih belum ada yang dapat.
Baca: Optimalkan Pembangunan Daerah, Pj Sekda Kampar Tekankan Skala Prioritas
"Kami berjuang untuk masyarakat, dan insya Allah pro rakyat," ucap bupati.
Kampar sangatlah luas dan mempunyai berbagai kesulitan dalam membangunnya. Infrastruktur sangat berbeda yang dibutuhkan masyarakat. Tentu kami pemda menjadi tempat menerima aspirasi masyarakat namun mana yang prioritas itulah kebijakan kami menempatkan mana yang lebih utama.
