Budaya Merantau Dinilai Jadi Kendala Sumbar Menikmati Bonus Demografi

Mawardi Tombang
Selasa, 20 Agustus 2019 11:54:12
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo (ANTARA SUMBAR / Mario Sofia Nasution)

Padang, KANALSUMATERA.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebutkan budaya merantau di Sumatera Barat menjadi kendala daerah itu menikmati dampak bonus demografi.

“Budaya merantau ini membuat masyarakat Sumbar usia yang produktif keluar dari provinsi untuk bekerja,” kata dia di Padang, Senin.

Hal ini tentu menjadi kendala sehingga daerah yang menjadi daerah tujuan merantau yang menerima manfaat padahal warga usia produktif yang memiliki kompetensi dan kemampuan akan menjadi tumpuan perekonomian suatu daerah.

“Namun ada hal positifnya karena dari informasi yang saya terima uang perantau akan di kirim lagi ke Sumbar untuk keluarganya sehingga peredaran uang tetap banyak,” kata dia.

Baca: KONI Payakumbuh Studi Banding ke KONI Pekanbaru, Dalami Program Pembinaan Atlet

Selain itu kendala lain adalah masih tingginya angka fertilitas total menurun atau Total Fertility Rate (TFR) yang masih di angka 2.5 sementara idealnya daerah dapat menikmati bonus demografi angka TFR sebesar 2.1.

Ia mengatakan TFR harus dijaga karena jika tingkat kelahiran menurun sementara harapan hidup terus meningkat makan usia rata-rata populasi akan naik ke titik jumlah lansia akan melebihi usai produktif. Populasi yang menua akan meningkatkan jumlah tanggungan yang didukung oleh masyarakat.

Menurut dia tidak seperti pengeluaran untuk anak dan remaja, pengeluaran untuk orang tua tidak akan menghasilkan pengembalian ekonomi.

“Bonus Demografi ini dapat dinikmati dengan adanya pergeseran dan pemerintah harus berupaya membuat pergeseran itu terjadi dan merencanakan terjadinya bonus demografi tersebut,” kata dia.

Baca: 360 Hunian Tetap Dibangun di Agam, Penyintas Bencana Mulai Disiapkan untuk Relokasi

Ia mengatakan bonus demografi akan memberikan berbagai dampak apabila pemerintah serius dalam mempersiapkannya karena saat itu jumlah penduduk usia produktif dari 16 tahun hingga 64,9 tahun mencapai 70 persen dari total penduduk.

Menurut dia ada kekhawatiran bangsa ini tidak menikmati dampak bonus demografi secara langsung padahal beberapa negara maju yang telah mendapatkan bonus demografi mengalami percepatan dalam bidang perekonomian dan berdampak pada pendapatan per kapita.

“Kita tentu berharap bonus demografi ini dapat dinikmati oleh bangsa ini dengan penduduk usia produktif yang banyak serta lapangan pekerjaan juga banyak sehingga mereka tetap produktif bekerja,” kata dia.



Terkait
Layanan Digital BPJS Kesehatan Makin Canggih, Peserta JKN Kini Urus Administrasi Tanpa Antre
Layanan Digital BPJS Kesehatan Makin Canggih, Peserta JKN Kini Urus Administrasi Tanpa Antre
Lainnya
Pasca Berita Acara dari Kemendagri RI, APPSI Pekanbaru: Batalkan Tender Pengelolaan Pasar Bawah
Pasca Berita Acara dari Kemendagri RI, APPSI Pekanbaru: Batalkan Tender Pengelolaan Pasar Bawah
BKKBN dan Disdalduk Pekanbaru Optimalkan Peran Kader IM
Pertama Dalam Sejarah, PMI Kota Bukittinggi Menjadi Tua
Wapres JK Minta Biaya Kontainer di Batam Harus Lebih Ef
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Nasional
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengerahan Prajurit TNI Jadi Sorotan
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengerahan Prajurit TNI Jadi Sorotan
Mike Johnson Mundur dari Pimpinan Partai Republik Usai
Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo, 6.770 Personel TNI