Blok Cepu Saat Ini Produksi Tertinggi Minyak RI, Kalahkan Blok Rokan

Amar
Selasa, 15 Januari 2019 20:27:22

Jakarta, KANALSUMATERA.com - Blok Cepu menjadi tulang punggung baru penghasil minyak Indonesia. Sebab ‎produksinya terus naik menyalip Blok Rokan yang sebelumnya menjadi produsen terbesar.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan, laju produksi dan lifting (siap jual) minyak bumi nasional dari Blok Cepu terus meningkat.

Produksi Blok Cepu saat ini mencapai 220 ribu barel per hari (bph) dan diperkirakan akan bertahan hingga 2020 nanti.

"Blok Cepu itu kan sekarang menyalip Chevron (Blok Rokan),"‎ kata Djoko, di Jakarta, Selasa (15/1/2018)

Kini, Blok Cepu didulat sebagai andalan utama lifting minyak nasional, menggeser Blok Rokan yang hanya memproduksi rata-rata 190 ribu bph karena sudah tua sehingga mengalami penurunan produksi secara alamiah.

Baca: PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan

"Secara alamiah, kalau minyak diambil terus menerus ya abis," imbuh Djoko.

‎Menurut Djoko produksi Blok Cepu terus meroket, di proposal pengembangan (Plan of Develoment/PoD) yang disetujui di awal, produksinya sebesar 165 ribu bph, kemudian ke 185 ribu barel per hari, lalu naik ke 220 ribu barel per hari.

Peningkatan produksi ini terjadi berkat pemasangan fasilitas alat pendingin (cooler) yang dilakukan ExxonMobil selaku operator Blok Cepu. "Itu upayanya dengan memasang fasilitas cooler," tegasnyaa.

‎Dengan adanya Fasilitas cooler, bisa mempertahankan produksi blok Cepu sesuai Rencana Program dan Anggaran sampai tahun 2020. Dengan begitu, jika nanti di tahun 2021 terjadi penurunan bisa teratasi dari produksi lapangan Kedung Keris yang akan mulai beroperasi di akhir tahun ini.

"Kedung Keris sekarang dalam proses pemasangan pipa, sepanjang 6 km untuk masuk di fasilitas lapangan Banyu Urip," tandasnya.

Baca: Hotspot Riau Menurun, Kampar dan Pelalawan Masih Jadi Wilayah Terbanyak

Lifting Migas Sepanjang 2018 di Bawah Target

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas bumi (SKK Migas) mencatat pencapaian produksi migas siap jual (lifting) ‎sepanjang 2018 sebesar 1,917 juta barel setara minyak (Barel Oil Equivalent Per Day/BOEPD).

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, realisasi ‎lifting migas 2018 sebesar 1,917 juta barel per hari, sedangkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018 ditargetkan liftingmigas sebesar 2 juta barel per hari.

Dwi merinci capaian tersebut, untuk capaian lifting minyak pada 2018‎ sebesar 778 ribu barel per hari, lebih rendah banding target APBN 2018 sebesar 800 ribu barel.

"Sedangkan realisasi lifting gas sepanjang 2018 sebesar1,139 juta barel per hari, sementara target lifting gas sebesar 1,2 juta ‎barel per hari," kata dia di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Baca: Bupati Kampar Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi dan Percepat Dukungan Program 3 Juta Rumah

Dari hasil lifting migas 2018, negara menerim USD 17,50 miliar. Capaian tersebut lebih tinggi dibanding pendapatan 2017 sebesar USD 12,71 miliar.

Dwi melanjutkan, pada 2019 lifting minyak ditargetkan 775 ribu barel per hari, sedangkan liftinggas ditargetkan 1,2 juta berel per hari. Sehingga total target lifting migas tahun ini ‎sebesr 2 juta BOEPD.

"Pendapatan negara dari sektor hulu migas 2019 ditargetkan sebesar USD 17,51 miliar," tandasnya.rg/ks



Terkait
SF Hariyanto Tegaskan ASN Tolak Perintah yang Salah dan Laporkan Penyelewengan
SF Hariyanto Tegaskan ASN Tolak Perintah yang Salah dan Laporkan Penyelewengan
DPRD Kampar Gelar Paripurna, Lantik Idris Resmi Jadi An
Bulam Ramadhan SPSI-SPTI Desa Batang Duku Bengkalis Sal
Bupati Zukri Pimpin Rapat Penanganan Banjir Sungai Kamp
Lainnya
Pj Wali Kota Ziarah Ke Makam Pendiri Kota Pekanbaru
Pj Wali Kota Ziarah Ke Makam Pendiri Kota Pekanbaru
Pemko Pekanbaru Minta Agar ASN Tingkatkan Kedisiplinan
Lis Darmansyah Ikut Tolak Diberi Jas dan Pin Baru saat
Dinas PUPR Pekanbaru Terus Gesa Pembangunan Pekanbaru
Politik
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi
Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Nasional
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan I
Mendagri Kaji Peluang Petugas Damkar dan Satpol PP Jadi
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Hukum
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad