Bencana Banjir Kembali Mengancam Masyarakat Desa Gobah untuk Gagal Panen Padi

Islami
Jumat, 13 Desember 2019 22:23:26
Kondisi banjir yang saat ini terjadi di Desa Gobah

KANALSUMATERA.com - Masih belum lupa diingatan, tepatnya diakhir tahun 2018 lalu masyarakat Desa Gobah, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar-Riau mengalami gagal penen padi diakibatkan oleh bencana banjir yang disebabkan oleh pelimpahan air dari PLTA Koto Panjang.

Dan kini, peristiwa serupa pun kembali mengancam masyarakat sekitar, dimana hingga Jumat (13/12/19) malam tadi, debit air pelimpahan oleh PLTA Koto Panjang, Riau tercatat kenaikannya mencapai 120 cm (centimeter), dan ini sejatinya telah cukup merendam seluruh area persawahan masyarakat sekitar.

Apa jadinya nanti jika pelimpahan air PLTA Koto Panjang ini terus bertambah, jelas bencana yang akan datang kembali. Karena, dengan debit air dengan pelimpahan yang hanya 120 cm ini saja sudah berhasil merendam seluruh persawahan dan terancam kembali gagal panen, apalagi kalau nantinya ditambah.

"Tahun lalu kita sudah mengalami gagal panen yang disebabkan banjir, saat banjir surut (tahun lalu) padi pun mati karena terlalu lama terendam air. Dan sekarang peristiwa yang sama pun kembali terjadi, rasanya sudah tak mampu lagi untuk beli beras," ujar seorang ibu rumah tangga di Desa Gobah, Misluna.

Tercatat, hingga Jumat waktu setempat, satu persatu masyarakat khususnya di Desa Gobah sudah mulai berhenti melakukan aktifitas seperti layaknya hari biasa seperti bekerja dikebun hingga mencari nafkah keluarga seperti manen kelapa sawit.

Baca: Adam Syafaat Reses di Binuang Sakti: Dorong Pembangunan Jalan Penghubung dan Internet Desa

Pantauan dilokasi, para masyarakat disana hanya dapat duduk termenung sambil melihat air yang sudah mulai menggenangi rumah-rumah warga. Selaku kepala Rumah Tangga, Mamal (27) saat ditemui Kanalsumatera.com menyebutkan, jika kejadian ini (banjir) berlangsung lama, maka ia dengan terpaksa akan berhutang kepada tetangga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

"Apa nak dibuat, kalau kita hanya bekerja sebagai kuli ini, kalau melihat banjir cuma bisa pasrah. Karena kalau sudah begini (banjir), mau apapun sudah tak bisa, apalagi kalau kerja cuma jadi kuli kebun, bekerja dulu baru dapat upah. Sekarang mau dapat upah dari mana, kerja saja sudah tak bisa," ujar pria yang kesehariannya sebagai tukang panen sawit ini.

Kini, banjir yang saat ini tengah terjadi di Kabupaten Kampar-Riau khusuanya bagi masyarakat yang bermukim dihilir Sungai Kampar Kanan berharap agar peristiwa tersebut segera berakhir, karena ini (banjir) yang tengah melanda sepenuhnya bukan terjadi akibat bencana alam, akan tetapi juga dikarenakan oleh pelimpahan air di PLTA Koto Panjang.

Maka dari itu, masyarakat yang selama ini bermukim dihilir Sungai Kampar Kanan sangat berharap agar Managemen PLTA Koto Panjang segera mengurangi tingginya pelimpahan air demi keberlangsungan kehidupan masyarakat banyak. ***

Terkait
Reses DPRD Riau Dimulai, Warga Diminta Maksimalkan Kesempatan Sampaikan Aspirasi
Reses DPRD Riau Dimulai, Warga Diminta Maksimalkan Kesempatan Sampaikan Aspirasi
Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Menteri Agama atas
Sambut Hari Buruh, Pemkab Kampar Gelar Gerak Jalan Sant
Bupati dan Wabup Kampar Hadiri Tradisi Makan Bajambau d
Lainnya
Hendry Munief Siap Berkolaborasi dengan Pemkab Bengkalis Kembangkan Pulau Rupat dan Desa Wisata
Hendry Munief Siap Berkolaborasi dengan Pemkab Bengkalis Kembangkan Pulau Rupat dan Desa Wisata
Pemkab Rohil Gelar Pertemuan Dengan BPKAD Riau
Peserta Tes CPNS Positif Covid-19? Jangan Khawatir, BKN
Diduga Dibunuh, Warga Dumai Temukan Mayat Lelaki di Jal
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Pendidikan
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Ban
SDN 4 Siak Kecil Bengkalis Dukung Pembatasan Penggunaan
Politik
Syukur Mandar Dorong Prabowo Pimpin Revolusi Modern untuk Benahi Indonesia
Syukur Mandar Dorong Prabowo Pimpin Revolusi Modern untuk Benahi Indonesia
Golkar Tegaskan Menteri Harus Siap Kerja, Doli: Urus Ne
PSI Tegaskan Tolak Budi Arie, Bestari Barus Singgung â€
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat