Ayo Kenali Bahaya Tuberkolosis Paru
KANALSUMATERA.com -Bangkinang - Berawal dari ditemukannya bakteri penyebab TB atau Tuberkulosis oleh Dr Robert Koch pada 24 Maret 1882, menjadikan dasar Hari Tuberkulosis Sedunia diperingati setiap tanggal 24 Maret.
Bangkinang - Dilansir dari laman resmi WHO (World Health Organization), who.int, TBC menjadi penyakit menular yang paling membahayakan di dunia termasuk Indonesia, yang menduduki posisi ketiga setelah India dan Cina.
Laporan WHO tahun 2004 menyatakan bahwa terdapat 8,8 juta kasus baru tahun 2002 dan ada sekitar 2-3 juta orang meninggal setiap tahun akibat tuberculosis. Berbagai upaya seluruh unit-unit kesehatan di dunia sudah menyelamatkan 63 juta jiwa sejak tahun 2000.

Baca: Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar Tekankan Transformasi Posyandu Melalui 6 Standar Pelayanan Minimal
oke - Ilustrasi kondisi paru-paru
Begitu pula upaya yang dilakukan saat ini oleh Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Bangkinang. RSUD Bangkinang secara rutin melakukan edukasi tenaga kesehatan, pasien dan masyarakat secara umum terhadap bahwa penyakit tuberkulosis. Setiap tahun RSUD Bangkinang memperingati bahaya penyakit TBC dengan cara melakukan edukasi, pelatihan dan peningkatan kapasitas tenaga medis.
Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC merupakan penyakit menular. Penyakit ini disebabkan oleh basil dari bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Tuberkulosis sendiri dapat menyerang bagian tubuh manapun, tetapi yang tersering dan paling umum adalah infeksi tuberkulosis pada paru-paru. Penyebaran penyakit ini dapat terjadi melalui orang yang telah mengidap TBC. Kemudian, batuk atau bersin menyemburkan air liur yang telah terkontaminasi dan terhirup oleh orang sehat yang kekebalan tubuhnya lemah terhadap penyakit tuberkulosis.
Baca: Bupati Kampar Dukung Kerjasama Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listik (PSEL) Pekanbaru RayA
Walaupun biasanya menyerang paru-paru, tetapi penyakit ini dapat memberi dampak juga pada tubuh lainnya, seperti sistem saraf pusat, jantung, kelenjar getah bening, dan lainnya.
Gejala Tuberkulosis
Pengidap tuberkulosis laten atau tidak aktif umumnya tidak akan mengalami gejala apapun. Meskipun demikian, bakteri sudah berada dalam tubuh. Akan tetapi, bakteri dalam tubuh belum menyebabkan kerusakan apapun.
Saat bakteri mulai aktif, kondisi inilah yang memicu gejala pada pengidap tuberkulosis.
Tuberkulosis umumnya menyerang paru-paru dengan gejala sistemik seperti :
1. Demam
2. Malise (keadaan lesu dan serba sulit)
3. Keringat malam
4. Anoreksia (keadaan kehilangan selera makan)
5. Berat badan menurun
Selain itu, gejala utama tuberkulosis biasanya batuk berdahak yang berlangsung terus menerus lebih dari 2 minggu. Batuk yang terjadi juga kadang mengeluarkan dahak berwarna, seperti karat atau batuk darah. Jika infeksi tuberkulosis pada paru telah menyebabkan kerusakan pada paru, akan timbul gejala sesak napas.
Baca: Avika Raya Yolanda Banggakan Kampar Wakili Riau Pada Ajang Putera Puteri Pelajar Nasional 2026
SYARAT-SYARAT PENGOBATAN PARU
1. Kombinasi obat minimal 2 obat
2. Terus menerus tidak boleh terputus
3. Jangka lama waktu berobat minimal 6 bulan.
4. Dosis adekwat
5. Kuman harus sensitif terhadap obat yang diberikan
Pada pengobatan tuberkulosis, deteksi dini dan kedisiplinan dalam menjalani pengobatan adalah kunci untuk membasmi bakteri ini hingga tuntas.
Sehingga, apabila Anda didiagnosis terkena penyaki ini, janganlah berkecil hati dan teruslah berusaha untuk menjalani pengobatan hingga tuntas.
Yuk Konsultasikan masalah kesehatan paru anda kepada dokter Spesialis Paru kami di RSUD Bangkinang, jadwal Praktek Senin-Sabtu.
