Arogan Tak Mau Terima Bantuan Gubernur DKI, Gubri Harus Ganti Kepala BPBD Riau
Pekanbaru, KANALSUMATERA.com - Kabut asap belum juga hilang, Riau masih dikepung tebalnya kabut asap. Terlambat sedikit bisa fatal akibatnya. Namun ada juga pihak yang dianggap tak serius.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger harus segera dipecat dengan tidak hormat.
Sebab dinilai telah gagal dalam mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan serta tebalnya kabut asap yang melanda Provinsi Riau.
Hal itu diungkapkan Direktur Advokasi Riau Alamsyah SH kepada awak media di Pekanbaru pada Kamis (19/9/2019) malam.
Baca: Antisipasi Kemarau Mendatang, Bupati Kampar Perkuat Mitigasi Karhutla di Tingkat Desa
"Kami minta kepada Gubernur Riau agar segera memecat Kepala BPBD Riau dengan tidak hormat", ujar Alam.
Ditambahkan Alamsyah, masyarakat harus jeli melihat persoalan yang menimpa. Ada orang-orang yang tidak becus bekerja secara teknis.
Seperti diketahui, Kepala BPBD Riau Edwar Sanger baru-baru ini juga membuat keputusan yang mengecewakan masyarakat Riau.
Kepala BPBD Riau Edwar Sanger menolak bantuan personil pemadaman Karhutla dari Provinsi DKI Jakarta. Keputusan ini dinilai arogan oleh masyarakat Riau.
Baca: Pj. Sekda Kampar Pimpin Rapat Persiapan Launching Gerakan Zakat, Infak dan Sedekah
"Berapa Ratus Milyar uang negara habis untuk BNPB dan BPBD Riau, tapi hasilnya nihil, rakyat Riau kecewa tercekik jerebu asap, berpekan-pekan" jelas Direktur Advokasi Riau ini.
Dikatakannya, persoalan ini bukan disebabkan hujan belum turun.
"Harus ada tindakan preventive jauh-jauh hari oleh BPBD untuk menangkal kebakaran hutan dan lahan. Gandeng Polda Riau, kan ada regulasi. Tapi apa yang terjadi, kebobolan." tutupnya.***
