Waduk PLTA Koto Panjang di Buka, 11 Desa Terancam Banjir
KANALSUMATERA.com - Badan Penanggulangan Bencana Daearah (BPBD) Kabupaten Kampar menetapkan status awas, pasca pembukaan pintu air waduk PLTA Koto Panjang, atas hal tersebut, 11 Desa di sekitar waduk terancam terendam banjir.
Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kampar, Adi Chandra mengatakan, pembukaan 3 pintu waduk dilakukan karena meningkatnya debit air di bendungan.
"Untuk saat ini kita masih status awas. Namun kita terus memantau debit air selama 12 jam ke depan pasca pembukaan pintu air. Perkiraan kita bakal ada peningkatan tinggi air sungai Kampar hingga 20 sentimeter pasca dibukanya PLTA Koto panjang," kata Adi, Senin (5/11/2018) lalu.
Operator PLTA Koto Panjang memutuskan untuk membuka tiga pintu pembuangan air menyusul meningkatkan debit air di waduk tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Pembukaan itu dilakukan pada pukul 14.00 WIB tadi setelah debit air mencapai level tertinggi yakni 82,5 meter diatas permukaan laut (mdpl).
Baca: Wakil Bupati Kampar Pimpin Rapat Final Persiapan HUT ke-76 Kabupaten Kampar Tahun 2026
Pintu air yang dibuka diantaranya adalah pintu satu, tiga dan lima. Hingga sore ini, ketiga pintu air itu masih terus dibuka dan mengucurkan air cukup deras untuk dibuang ke Sungai Kampar.
Sementara itu, sedikitnya 11 desa yang berlokasi di sepanjang Sungai Kampar berpotensi terendam banjir menyusul dibuka tiga pintu air tersebut.
11 desa yang menurut BPBD Kampar harus siaga tersebut adalah Desa Merangin, Desa Lereng, Desa Pulau Terap, Desa Pulau Balai, Desa Pulau Jambu, Desa Kuok, Desa Ranah, Desa Tambang, Desa Limau Manis, Desa Padang Mutung, dan Desa Tanjung Berulak.
Adi memperkirakan selama 12 jam ke depan, debit air di Sungai Kampar akan terus mengalami peningkatan dan berpotensi merendam sebagian besar desa-desa tersebut.
Kondisi itu diperparah dengan tingginya curah hujan yang belakangan terjadi di Kabupaten Kampar. Dia menjelaskan jika hujan lebat terjadi bersamaan dengan pembukaan PLTA Koto Panjang, maka dikhawatirkan banjir besar yang terjadi pada 2016 silam akan terulang.
Baca: Pekanbaru Makin Menyala..!: 2.000 Lampu Jalan Diremajakan, 230 Pasang Baru
Saat itu, ribuan rumah di sepanjang daerah aliran sungai Kampar terendam banjir dan memaksa warga desa harus mengungsi.
"Kami khawatir kondisi 2016 terulang kembali. Tapi saya yakin dengan persiapan yang baik dan kesigapan kita semua mudah-mudahan bisa diatasi," tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar, Drs Yusri MSi juga meghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada khususnya bagi para pengusaha keramba ikan yang berada disepanjang aliran sungai kampar.
Hal tersebut disampaikan Sekda Kampar yang didampingi Dirut PLTA Koto Panjang, Muhmmad Rusdi saat meninjau langsung bendungan PLTA Koto Panjang Desa Merangin Kecamatan Kuok, Rabu (7/11/2018) sore.
Lebih lanjut Drs Yusri juga menjelaskan, bahwa saat ini pembukaan pintu dinaikkan lebih kurang 20 cm menjadi 50 cm. Dimana sebelumnya beberapa hari yang lalu pembukaan ditiga pintu hanya setinggi 30 cm.
Baca: Pemkab Kampar Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Panen Jagung Pipil Bersama Masyarakat
Namun demikian, walaupun pembukaan dipintu sebanyak 50 cm, akan tetapi kenaikan air di wilayah Kuok akibat pembuangan air tersebut paling tinggi hanya sekitar 20 cm dan dialiran sungai kampar wilayah Bangkinang dan Air Tiris hanya lebih kurang 15 cm, dan begitupan selanjutnya.
"Kepada seluruh masyarakat jangan terlalu risau, sebab kenaikan air masih rata- rata 50 cm kedepan. Dimana debit air di wilayah Manggilang, Sumbar masih stabil dan Muara Mahat masih bisa menampung air dari Manggilang tersebut. Akan tetapi, sebaliknya nanti jika debit air di Manggilang tinggi, maka kemungkinan pembuangan air akan lebih ditingkatkan," terang Yusri.
Yusri juga menghimbau kepada masyarakat khususnya bagi pengusaha keramba yang berada disepanjang aliran sungai Kampar, untuk tidak terlalu takut saat adanya hanjir. Dimana setiap peningkatan pembukaan pintu, pihak PLTA akan terlebih dahulu memberikan informasi kepada Pemda Kampar melalui BPBD Kampar. rls/iin
