Reklamasi Tanjungpiayu Berada di dekat Budidaya Mangrove Ibu Negara

Mawardi Tombang
Rabu, 11 September 2019 13:54:13
Aktivitas penimbunan mangrove di Kampung Jawa, Piayu Laut yang diduga ilegal.

Batam, KANALSUMATERA.com - Reklamasi belasan hektare lahan yang diduga kuat berlangsung secara ilegal di Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam memunculkan sebuah ironi tersendiri.

Penimbunan lahan itu berlangsung di dekat lokasi tempat penanaman pohon mangrove oleh Iriana Jokowi dan Mufidah Jusuf Kalla pada 7 Agustus lalu.

"Ironis, sebulan yang lalu ibu presiden menanam mangrove di Pancur Pelabuhan. Namun hanya beberapa kilometer dari lokasi itu belasan hektar mangrove ditimbun," kata pegiat lingkungan Hendrik Hermawan dari NGO Akar Bhumi Indonesia (ABI), Selasa (10/9/2019).

Hendrik juga menambahkan, penimbunan lahan mangrove yang berada di Kampung Jawa, Piayu Laut ini juga berjarak satu kilometer dari lokasi reklamasi yang mengantarkan Gubernur nonaktif Kepulauan Riau Nurdin Basirun menghuni jeruji besi Komisi Pemberantasan Korupsi.

Baca: BNN Dorong Larangan Total Vape, Modus Narkotika Cair Kian Mengkhawatirkan

Hendrik Hermawan pegiat lingkungan dari NGO Akar Bhumi Indonesia (ABI). (Foto: Yogi/Batamnews)

Aktivitas perusakan lingkungan ini, menurut Hendrik sudah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Berarti, saat Iriana Jokowi dan Mufidah Jusuf Kalla datang, reklamasi diduga ilegal itu sudah berlangsung.

"Ini harus menjadi perhatian semua pihak, jangan sampai lingkungan terus dirusak," katanya kepada Batamnews.

Dalam peninjauan ke lokasi, Hendrik bersama penyidik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam tidak menemukan legalitas proyek tersebut.

Pengawas proyek, Achiang tidak bisa menunjukan legalitas perusahaannya kepada petugas DLH. Ia mengaku proyek ini hanya borongan kecil tanpa nama perusahaan tertentu.

Baca: PGN Gesa Pemasangan 10.000 Jargas Rumah Tangga di Batam, Untuk Tahap Awal 3 Kecamatan ini

Sedangkan karyawannya mengoperasikan dua alat berat buldozer dan excavator. "Tidak ada nama perusahaan, saya hanya disuruh Bu Elen, sekarang bos saya itu berada di Singapura," kata dia.

Kabid Perlindungan DLH Kota Batam, Amjaya mengatakan pihaknya menjumpai kegiatan reklamasi yang tengah berlangsung. "Hasil sementara, jelas kalau sedang berlangsung saat ini kegiatan reklamasi penimbunan mangrove," ujarnya.

Pihak pekerja tidak bisa menunjukkan legalitas pengerjaan lahan, baik pemotongan lahan, pengerukan ataupun reklamasi. Karena tidak ada legalitas, DLH langsung meminta pengerjaan di sekitaran rekalamasi dihentikan. "Saat ini seluruh pengerjaan sudah dihentikan sampai clear legalitasnya," kata dia.



Terkait
Tim Rescue Pos SAR Batam Gercep.... Cari Awak Kapal Tamark 02 di Perairan Batam
Tim Rescue Pos SAR Batam Gercep.... Cari Awak Kapal Tamark 02 di Perairan Batam
Nelayan Asal Nongsa Batam Hilang di Perairan Bengkalis,
Kembangkan Nagoya Walkable City, Berikut Tahapan yang D
BP Batam Kembangkan Nagoya Walkable City, Topang Wilaya
Lainnya
Ratusan Prajurit Kodam XIX Gelar Karya Bakti Bersihkan Fasilitas Publik Pekanbaru
Ratusan Prajurit Kodam XIX Gelar Karya Bakti Bersihkan Fasilitas Publik Pekanbaru
Plt. Direktur RSUD Bangkinang: Ayo Donor Darah, Bantu S
Perusahaan Spanyol Garap Cadangan Gas Baru di Blok Saka
17 Wanita Terjaring Razia Di Aceh, Ini Penyebabnya
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Nasional
Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Puan Minta Kekuatan APBN Dikaji
Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Puan Minta Kekuatan APBN Dikaji
HUT ke-81 TNI Batal di Monas, Upacara Dipindah ke Mabes
UU Reforma Agraria Disahkan DPR, Aturan Baru Penguasaan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Politik
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi
Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T