Ratusan Ton Ikan Mati di Waduk PLTA Koto Panjang, Sudah Berlangsung Selama 10 Hari
KANALSUMATERA.com - Ratusan ton ikan mati di waduk PLTA Koto Panjang, kematian tersebut sudah berlangsung selama 10 hari belakangan ini yang mengakibatkan kerugian mencapai Rp4,2 miliar.
Demikian disampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Riau mendapat laporan ratusan ikan kerambah jaring apung di waduk PLTA Koto Panjang Kabupaten Kampar mati. Kamis (2/2/2023).
"Iya, kita sudah mendapat laporan dari Pj Bupati Kampar terkait adanya ikan mati di waduk PLTA Koto Panjang, Kampar," kata Kepala DKP Provinsi Riau, Herman Mahmud.
Berdasarkan laporan yang pihaknya terima, lanjut Herman, kerugian kerambah jaring apung di waduk PLTA Koto Panjang, Kampar diperkirakan mencapai Rp4,2 miliar.
Baca: Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung Tema "Move The City"
"Karena kematian ikan lebih kurang 15 ton perhari. Sementara kematian ikan sudah berlangsung selama 10 hari. Jadi
hampir 70 persen kerambah jaring apung terdampak kematian. Kalau 1 Kg ikan mas harganya Rp28.000 per Kg, kemudian satu hari 15 ton dikalikan selama 10 hari berarti 150 ton. Maka kerugian diperkirakan mencapai Rp4,2 miliar," terangnya.
Dengan kejadian itu, sebut Herman, pihaknya telah menurunkan tim untuk mengambil sampel kematian ratusan ton ikan di kerambah jaring apung waduk PLTA Koto Panjang.
"Sampel sudah kita periksa di Labor Balai Karantina, kemungkinan hasilnya besok sudah diketahui penyebab kematian ikan di kerambah jaring apung waduk PLTA Koto Panjang," sebut herman.
Namun pihaknya menduga, kematian ratusan ton ikan itu disebabkan padat terbar ikan terlalu tinggi.
Baca: Taptu HUT ke-81 RI di Bangkinang, Kapolres Kampar Kobarkan Semangat Persatuan
"Itu asumsi awal kita diduga karena itu. Kemudian karena banyaknya pakan-pakan di bawah yang menjadi amoniak," ujarnya.*
Sumber : CAKAPLAH. COM.
