Polemik Internal DPRD, KNPI Bengkalis Bela Dua Pimpinan: 36 Anggota itu Tidak Dewasa Berpolitik
KANALSUMATERA.com - BENGKALIS - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bengkalis, Andika Putra Kenedi, mengkritisi mosi tidak percaya yang disampaikan oleh 36 Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis.
Dia meminta setiap partai menghormati keputusan dan rekomendasi partai lainnya ke pimpinan DPRD.
Menurutnya hal itu menunjukkan mereka tidak memiliki kedewasaan dalam berpolitik.
Menurutnya partai itu memiliki aturan dan standar opersional prosedur (SOP) sendiri.
Baca: Bupati Zukri dan Tim Patroli Tinjau Kebakaran Lahan Teluk Meranti, Sebut Perlunya Kolaborasi
Pria yang akrab dipanggil Andika Sakai ini menilai, 36 Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, tidak memiliki kedewasaan dalam berpolitik. Pria yang akrab disapa Andika Sakai ini mengatakan, Ia sudah mendalami informasi tentang polemik ini, termasuk bertanya langsung dengan Wakil Ketua DPD Golkar Bengkalis bidang Organisasi, Muslim Hadi.
"Jadi, pada intinya, persoalan ini bermula karena ada Anggota DPRD Bengkalis Fraksi Golkar yang tidak mendaftarkan diri sebagai Caleg dari Partai Golkar. Dan belakangan diketahui mereka masuk dalam DCS partai lain," kata Andika Sakai.
Menurutnya mosi tidak percaya yang dibuat sama sekali tidak relevan. Karena, yang dilakukan Golkar terhadap ‘Kader nakal’ ini sudah sangat pas, serta merujuk pada aturan partai. Tentu permintaan mengganti pimpinan DPRD, tegas Andika Sakai, merupakan hak prerogatif partai pemenang, dan itu tidak boleh di intervensi oleh partai lain. Lebih jauh, Andika Sakai berharap Anggota DPRD Bengkalis bisa menyadari kekeliruannya ini dan kemudian bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif.
Baca: Bupati Kampar Dukung Kerjasama Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listik (PSEL) Pekanbaru RayA
***
