Peminat Pelipat Surat Suara di Kampar-Riau Mencapai 3.000 Orang

Islami
Rabu, 13 Maret 2019 20:32:28

KANALSUMATERA.com - Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kampar, Riau mengaku tidak pernah mengumumkan penerimaan petugas pelipatan surat suara Pemilu 2019, namun antusiasme masyarakat untuk menjadi petugas pelipat surat suara di luar dugaan KPU Kampar.

Sekitar 3.000 orang warga mendatangi gudang logistik pemilu 2019 di GOR Sport Centre Kampar di Jalan Lingkar, Bangkinang, Rabu (13/3/2019) untuk menjadi petugas pelipat surat suara Pemilu.

Mereka tampak bersemangat dan ngotot ingin direkrut sebagai petugas pelipat surat suara untuk Pemilu 2019. Karena ramainya peminat, kericuhan kecil sempat terjadi saat antrian masuk ke dalam GOR.

Dari pantauan di GOR Sport Centre, ribuan orang telah memadati halaman GOR Sport Centre Bangkinang sejak pagi.

Hingga berita ini diturunkan, sekitar pukul 14.50 WIB, kegiatan pelipatan surat suara di GOR Sport Centre Kampar belum dimulai meskipun ribuan petugas pelipat surat suara sudah duduk berkelompok di lantai GOR Sport Centre Kampar.

Baca: SF Hariyanto Serahkan SK Penunjukan Plt Bupati Kuansing ke Muklisin

Kemudian pada pukul 14.51 WIB kondisi di lokasi sempat kembali memanas karena pekerjaan pelipatan tak Kunjung dimulai dan peserta mulai berteriak-teriak dan berdiri dari tempat duduknya.

Salah seorang peserta tenaga pelipat suara Anwar (25) menceritakan, dia dan rekan-rekannya telah tiba di GOR sejak pukul 08.00 WIB. Ia mengaku baru bisa masuk ke dalam GOR sekitar pukul 12.30 WIB.

"Yang masuk diperiksa badan dulu bang. Mancis saja tak bisa dibawa masuk. HP boleh tapi harus dimatikan," ungkapnya.

Banyak diantara mereka mengakui menerima informasi adanya pelipatan surat suara secara berantai dari mulut ke mulut dan dari media sosial melaui handphone.

"Saya tahunya dari kawan-kawan. Siapa yang mau ikut katanya dikumpulkan KTPnya. Dalam satu kelompok sepuluh orang," ucap ibu rumah tangga asal Kelurahan Pasir Sialang Kecamatan Bangkinang itu.

Baca: Bupati Kampar dan Kapolres Lepas Peserta Bhayangkara Run Hari Bhayangkara ke-80

Ketua KPU Kabupaten Kampar Ahmad Dahlan ketika ditemui di GOR Sport Centre Kampar mengaku tidak ada membuat pengumuman perekrutan dan rencananya masih menggunakan petugas pelipat suara yang lama sekitar 1.500 orang. Ia memperkirakan yang datang hari ini sekira 3.000 orang.

"Mendengar surat suara datang, mereka antusias mau ikut melipat. Kami memang tidak ada mengumumkan untuk merekrut petugas pelipat surat suara ini. Ketika surat suara masuk gudang mereka antusias semua," beber Dahlan yang baru saja dilantik sebagai Ketua KPU Kampar sepekan yang lalu seperti dikutip dari cakaplah.com.

Dengan tingginya peminat, sekira 3.000 orang maka pihaknya membagi dua kelompok besar. Sebagian akan melipat surat suara di tempat penyimpanan logistik lainnya di Adebe Futsal di Jalan Sisingamangaraja, Bangkinang.

"Ya, kita bagi dua sebab di sini nggak tertampung semuanya. Ini di luar prediksi kita, antusiasme masyarakat luar biasa," terang Dahlan.

Ia menargetkan selama tujuh hari kedepan seluruh surat suara sudah dilipat. "Supaya jangan mepet, setelah pelipatan nanti akan dilakukan pengepakan," ulas Dahlan yang juga Divisi Keuangan dan Logistik tersebut.

Baca: Wali Kota Pekanbaru Tinjau Jembatan Amblas di Rumbai, Akses Darurat Segera Dibangun

Adapun upah yang akan diberikan kepada petugas pelipat surat suara sebanyak Rp 75/lembar. "Kalau makan dan minum tanggung masing-masing," ungkap Dahlan.

Sebagai data tambahan ada sebanyak 2.432.722 lembar surat suara yang akan dilipat di KPU Kampar yang terdiri dari surat suara untuk Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi dan DPRD Kabupaten dari enam Dapil. iin



Terkait
Bupati Kampar Tinjau Destinasi Unggulan, Perkuat Dukungan Menuju Anugrah API 2026
Bupati Kampar Tinjau Destinasi Unggulan, Perkuat Dukungan Menuju Anugrah API 2026
BPJS Kesehatan Koordinasi dengan Pemkab Kampar Terkait
Kedai Remang-remang Jadi Target, 92 Botol Miras Disikat
Ekonomi Riau Tumbuh Namun Ruang Fiskal Tertekan dan Tun
Lainnya
Wako Agung Nugroho Dukung Pemprov Riau Ganti Tugu Zapin Jadi lebih Menonjolkan Identitas Melayu
Wako Agung Nugroho Dukung Pemprov Riau Ganti Tugu Zapin Jadi lebih Menonjolkan Identitas Melayu
Sekdako Pekanbaru: ASN Harus Sukseskan HUT Korpri Tahun
Pekerjaan Banyak Molor, Kades Berindat di Lingga Teranc
Dapat Alat M2M Cetak e KTP di Lampung Makin Cepat
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Hukum
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan d
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind