Ombudsman minta Dishub akomodasi keluhan penumpang Trans Padang soal penggunaan uang elektronik

Mawardi Tombang
Selasa, 15 Oktober 2019 09:37:25
Petugas Dishub melihat kondisi bus trans Padang yang baru, di terminal Koto Lalang, Padang, Sumatera Barat

Padang,KANALSUMATERA.com - Ombudsman perwakilan Sumatera Barat meminta Dinas Perhubungan Kota Padang mengakomodasi keluhan penumpang angkutan umum Trans Padang yang tidak menggunakan uang elektronik agar bisa dikelola dengan baik.

"Sejak diwajibkan menggunakan uang elektronik keluhan soal penumpang Trans Padang yang tidak menggunakan uang elektronik sudah banyak, Dishub harus pandai mengelola keluhan, sebuah kebijakan pasti mendapat atensi dari publik," kata Asisten Ombudsman perwakilan Sumbar Adel Wahidi di Padang, Senin.

Menurutnya Dishub harus mau menerima saran dan kritikan terkait persoalan ini.

Ombudsman juga mempertanyakan mengapa penggunaan uang elektronik hanya bisa untuk satu kartu saja yaitu Brizzi sementara tidak semua orang memilikinya.

"Proses penunjukkan Brizzi juga harus dijelaskan ke publik, jangan sampai ada sejenis kartel, satu penyedia saja," kata dia.

Kemudian ia menenggarai ada persoalan dalam akuntabilitas di Trans Padang, karena setelah diwajibkan menggunakan uang elektronik dilaporkan pendapatan naik.

"Ini menjadi tanda tanya selama ini apakah ada uang yang ditilep ? jangan jangan ini sudah pidana, ongkos yang dikumpulkan secara manual oleh pramugara, tak sampai ke kas daerah, ada kerugian negara, ini harus di proses," kata dia.

Terkait dengan solusi penumpang bisa meminjam kartu uang elektronik orang lain menurutnya itu bukan solusi.

Seharusnya Dishub memastikan akses untuk dapat Brizzi mesti mudah, kalau bisa di semua halte. Yang naik TransPadang tidak hanya warga padang, tapi juga luar kota, turis dan lainnya, kata dia.

Sebelumnya Penumpang Trans PadangReno Fernandes yang diturunkan karena tidak memiliki kartu Brizzi melapor ke Ombudsman Republik Indonesia (RI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar).

Reno menilai pemerintah kota kaku karena menerapkan satu metode pembayaran pada transportasi publik. Menurutnya tak semua masyarakat memiliki kartu Brizzi. Dia meminta,Dinas Perhubungan Kota Padang mengevaluasi metode pembayaran tersebut.

Dosen di Universitas Negeri Padang (UNP) ini menyebutkan, masyarakat tentunya akan keberatan dengan membayar Rp30 ribu dengan saldo Rp9 ribu. Karena penggunaan kartu Brizzi tidak bisa digunakan untuk semua toko.

Sebelumnya Dinas Perhubungan Kota memberlakukan sistem pembayaran nontunai bagi penumpang Trans Padang secara menyeluruh mulai 17 Agustus 2019.

"Jika sebelumnya bagi yang tidak punya kartu uang elektronik masih bisa membeli karcis maka mulai 17 Agustus 2019 diterapkan kebijakan wajib nontunai," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Dian Fakri.

Menurut dia kebijakan ini diambil selain untuk mencegah kebocoran ongkos penumpang juga sebagai bentuk efisiensi.

Untuk mencetak karcis saja harus keluar biaya Rp200 juta setahun,kalau sudah nontunai tentu tidak ada lagi penggunaan karcis, ujarnya.

Ia memastikan untuk fasilitas pembayaran nontunai sudah tersedia pada setiap unit bus terutama di koridor I menghubungkan Pusat Kota-Lubuk Buaya Padang.

Tidak hanya itu kami juga akan menyediakan fasilitas pembayaran dengan gopay selain Brizi yang sudah ada saat ini, ujarnya.

Terkait sarana pengisian ulang uang elektronik sudah disediakan di sejumlah halte Trans Padang mulai dari Halte Asia Biskuit, UNP, Basko, AKBP, Gor Agus Salim dan SMP 1.

Jadi warga tak perlu khawatir kesulitan untuk membeli dan mengisi saldo uang elektronik kartu Brizzi, katanya. (*)

Lainnya
Bupati Zukri Sebut Olahraga Menyehatkan dan Meningkatkan Silaturahmi
Bupati Zukri Sebut Olahraga Menyehatkan dan Meningkatkan Silaturahmi
Saat Kampar Expo 2024, PHR Beri Edukasi Pengunjung
Sambut Lebaran, Arnita Sari Berikan Bingkisan untuk Ana
Apri Sujadi Resmikan Fasilitas Penetasan Telur Ayam Mil
Politik
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Saat Sosialisasi Empat Pilar, Syahrul Aidi Maazat Inisi
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Syahrul Aidi Gandeng In
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Pendidikan
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Sekda R
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Kadispo
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Olahraga
Ribuan Penonton Hadiri Final Piala Dunia Kuok yang ke-61
Ribuan Penonton Hadiri Final Piala Dunia Kuok yang ke-61
Calon Ketua KONI Riau Edi Basri Hadiri Laga Final Gala
Kadispora Riau dan Ribuan Penonton Saksikan Laga Final
Nasional
Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawa
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang T
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I