Merasa Tanahnya Tak Diganti Rugi, Masyarakat Kualu Nenas Tolak Keberadaan Jalan Tol
KANALSUMATERA.com - Kampar - Proyek jalan tol yang merupakan proyek strategis nasional mengalami kendala di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang.
Pasalnya, lahan masyarakat yang dilalui oleh proyek tersebut tidak ada ganti rugi dan hanya dihitung harga tanamannya saja. Tentu hal ini membuat masyarakat yang lahannya terdampak pembangunan tersebut menolak untuk mediasi dengan pihak jalan tol.
Bertempat di Aula kantor desa pada Senen (21/12/2020) dan dihadiri oleh camat, pihak BPN Kampar dan konsultan bernama DAZ dan rekan melakukan pendataan kepada masyarakat Kualu Nenas.
Namun setelah dipelajari dan fahami masyarakat tidak setuju bahkan merasa hak mereka diperkosa oleh pihak pihak tak bertanggung jawab ini.
Baca: Antisipasi Kemarau Mendatang, Bupati Kampar Perkuat Mitigasi Karhutla di Tingkat Desa
Herman tokoh masyarakat kepada wartawan mengatakan bahwa dirinya sangat tidak setuju dengan pola yang dilakukan oleh BPN dan lembaga manajemen aset negara yang mana tidak memberikan nilai sama sekali terhadap lahan masyarakat.
"Yang dibayar hanya tanaman, jadi lahan kami tidak ada harganya, kami menolak kalau hal itu dilakukan karena sama saja merugikan dan pembodohan terhadap masyarakat" kata Herman.
Dari pantauan di lapangan terlihat masyarakat gelisah dan menolak untuk di lakukan perundingan dengan pihak yang hadir secara tertulis. hk
