Matangkan EPSS 2026, Dinkes Kampar Perkuat Data dan Tingkatkan Pelayanan

Mawardi Tombang Amar
Minggu, 8 Maret 2026 12:49:06
Sumber; Dinkes Kampar

KANALSUMATERA.com - BANGKINANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar mempertegas komitmennya dalam mewujudkan kebijakan kesehatan berbasis data melalui partisipasi aktif dalam evaluasi statistik nasional. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran tim pengelola data sektoral dalam agenda Entry Meeting dan Sosialisasi Pelaksanaan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) 2026.

Kegiatan ini digelar secara virtual bersama BPS Pusat, Selasa (7/4/26). Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Kampar, Lukmansyah Badoe, didampingi Kepala Bidang Statistik Diskominfo, Salmi Hadi, Fungsional Statistisi Ahli Muda Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Nurmala Sari.

Turut hadir memberikan penguatan dari unsur perencanaan yakni Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Bappeda, Rika Amalia, serta Pengelola Data Sektoral Dinas Kesehatan Kampar Syamsul Azwar dan tim.

Sebagai bentuk sinergitas dalam pembinaan statistik, juga hadir tim dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kampar yang terdiri dari Ridhayani Sinaga Prakom Muda BPS Kampar, Novi Kanadia Statistisi Ahli Pertama, dan Rika Wahyuni Statistisi Ahli Madya . Kehadiran tim BPS ini menjadi krusial sebagai pembina data untuk memastikan metodologi dan kualitas data yang disiapkan Dinkes Kampar telah memenuhi standar statistik nasional dan prinsip satu data Indonesia (SDI).

Baca: Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Jangkau Pedalaman Inhu, 180 Bendera Dibagikan ke Suku Talang Mamak

Rangkaian agenda diawali pada sesi pagi dengan mengikuti sosialisasi intensif guna memahami indikator penilaian terbaru dalam EPSS 2026. Sesi kemudian berlanjut hingga siang dan sore hari, di mana tim fokus melakukan pemetaan serta melengkapi seluruh dokumen data dukung yang diperlukan untuk memenuhi poin-poin penilaian.

Penguatan statistik sektoral ini bukan sekadar pemenuhan administrasi. Bagi masyarakat Kampar, tersedianya data kesehatan yang akurat dan terintegrasi akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan.

Dengan data yang presisi, pemerintah daerah dapat memetakan kebutuhan layanan kesehatan di setiap wilayah secara lebih tajam, mulai dari pendistribusian logistik medis, penempatan tenaga kesehatan, hingga percepatan penanganan masalah kesehatan prioritas seperti stunting, eliminasi TB dan imunisasi serta program kesehatan lainnya.

Langkah kolaboratif ini diambil guna memastikan bahwa setiap kebijakan kesehatan yang diambil tidak lagi berdasarkan perkiraan, melainkan berdasarkan fakta lapangan yang sahih. Dengan dokumen dukung yang lebih lengkap dan valid, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar optimis dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik yang berujung pada pelayanan publik yang lebih responsif dan tepat sasaran bagi seluruh warga Kabupaten Kampar. (SM/Inf)



Terkait
Wabup Kampar Hadiri Khitan Massal dan Donor Darah Milad Bank Syariah
Wabup Kampar Hadiri Khitan Massal dan Donor Darah Milad Bank Syariah
Perkuat Benteng Siber dan SPBE, Diskominfo Siak Studi T
Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik, DPRD Riau: Lan
Usulan Pajak Air Permukaan Batang Sawit untuk Korporasi
Lainnya
RSD Madani Pekanbaru Hadirkan Layanan Lengkap dan Ambulans Siaga
RSD Madani Pekanbaru Hadirkan Layanan Lengkap dan Ambulans Siaga
DPRD Riau Ajukan Ranperda untuk Peningkatan PAD
Wali Kota Pekanbaru Larang Resepsi Pernikahan Usai Leba
BEM se-Kota Tanjungpinang dan Bintan Turun ke Jalan Bes
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Hukum
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK Diminta Usut Tuntas
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK Diminta Usut Tuntas
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Dip
Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2
Nasional
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai Modus Baru Peredaran Narkoba Cair
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai Modus Baru Peredaran Narkoba Cair
Jaksa Agung dan Kapolri Bahas Penanganan Karhutla, Koor
Puan Maharani Soroti Kesehatan Warga Terdampak Karhutla