Masyarakat Gobah Keluhkan Tak Adanya Bantuan, Saidul: PLTA, Hentikan Banjir Sekarang Juga
KANALSUMATERA.com - Hampir sepekan, banjir telah melanda daerah pemukiman masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Kampar akibat pelimpahan air dari PLTA Kotopanjang, Kabupaten Kampar, Riau.
Namun, khususnya bagi masyarakat Desa Gobah, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, hingga Jumat (14/12/2018) ini tak satupun bantuan yang disalurkan baik itu dari Pemda setempat, maupun juga dari instansi lainnya.
Padahal kita tau bersama, akibat dari bencana banjir ini, mayoritas masyarakat sudah tak lagi dapat beraktifitas apapun.
"Satu minggu sangat terasa lama sekali, apapun tak dapat dilakukan, namun dapur pun perlu berasap (belanja). Dan sekarang, bagaimana dapur mau berasap, ekonomi semakin menipis, semua terhalang karena banjir ini," keluh salah seorang warga Desa Gobah, Ali Sadikin.
Baca: Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar Tekankan Transformasi Posyandu Melalui 6 Standar Pelayanan Minimal
Dalam hal ini, salah seorang Caleg DPRD Riau dari Partai Keadilan Sejahtera Nomor Urut 5 Dapil Kabupaten Kampar, Saidul Tombang berharap agar PLTA Kotopanjang segera menyudahi Banjir Sungai Kampar ini.
Dimana menurut Saidul, banjir di Kampar kanan sudah seminggu berlangsung. Akibatnya jalan putus, kampung terisolir, bantuan sangat minim, dan masyarakat kini mengungsi atau bertahan diloteng rumah yang sempit.
Dalam kesempatan ini juga Saidul menjelaskan bahwa banjir ini murni berada di bawah pengawasan PLTA Kotopanjang. Kalau mereka mau (PLTA Kotopanjang), banjir ini bisa dihentikan atau minimal dikurangi sekarang juga.
"Kita berharap, kepada manajemen PLTA Kotopanjang mengakhiri sekarang juga banjir di Sungai Kampar Kanan. Karena, ini bukan bencana alam yang tak bisa dihindari. Ini hanya soal katup spillway saja," ujar Saidul.
Baca: Bupati Kampar Resmi Launching Gerakan Zakat, Infak dan Sedekah Melalui Baznas Kabupaten Kampar
"Manajemen buka-tutup katup ini bergantung kepada Anda, kalau dibuka semua maka kami kebanjiran. Kalau dimenejemen lebih berperikemanusiaan, banjir tidak akan separah ini di bagian hilir," kesal Saidul.
Kondisi di hulu Sungai Kampar, tepatnya di Pangkalan dan PLTA, memang di atas normal. Tapi menurut Saidul tidak terlalu parah kalau dibanding di hilir. Artinya, air masih mungkin ditahan dan atau dibagi.
"Manajemen PLTA harus pakai hati membuat keputusan. Ini sudah satu minggu loh. Sudah tiga orang yang meninggal, masa iya hati nurani Anda tidak mendengar?Bahkan sebutir beras pun mereka tak bantu," serunya kepada pihak Manajemen PLTA Kotopanjang. iin
