Mahasiswa Aceh Menggelar Aksi Demo , Terkait Pengusutan Kasus Pelecahan Seksual

Mawardi Tombang
Kamis, 8 Agustus 2019 11:34:01
Mahasiswa Aceh Melakukan Unjuk Rasa di Bundaran Simpang Lima

Kanalsumatra.com BANDA ACEH - Sekitar sepuluh mahasiswa Aceh Jaya yang mengatasnamakan diri ‘Mahasiswa Peduli Aceh Jaya’ menggelar aksi demo di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Rabu (7/8). Dalam aksi itu, mereka meminta Polda Aceh agar serius menangani kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat tinggi di Aceh Jaya berinisial I (51) terhadap seorang mahasiswi berinisial N (21).

"Hari ini, nama baik daerah kami tercoret dengan kasus ini. Kami meminta pihak kepolisian untuk tidak menutupi kasus ini," teriak Koordinator Aksi, Afzalul Zikri. Aksi yang mendapat pengawalan aparat kepolisian itu menjadi perhatian pengguna jalan. Pada aksi tersebut, massa turut mengusung spanduk yang bertuliskan "Pak polisi jangan tutupi kasus ini kami geram dengan koleksi-koleksi video porno yang dibuat sendiri." Dalam aksi yang dikawal aparat kepolisian itu, massa juga membacakan tujuh poin tuntutan. Di antaranya, sepakat dengan sikap DPRK Aceh Jaya untuk membuat pansus.

Klaim diancam


Di sisi lain, mahasiswa Aceh Jaya yang menggelar demo di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh mengaku mendapat ancaman dari pihak tertentu. "Walaupun ancaman begitu besar, kami tetap bergerak. Kami bertekad supaya kasus ini selesai. Aceh ini Serambi Mekkah, jangan karena seorang pejabat maka rusak marwah Aceh, khususnya Aceh Jaya," teriak Afzalul Zikri.

Dia mendorong pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus amoral yang melibatkan oknum pejabat tinggi Aceh Jaya tersebut. Pihaknya juga meminta polisi tidak menutupi kasus itu.

"Kami tidak mau ada seorang pimpinan yang terlibat dalam kasus itu. Kami putra-putri Aceh Jaya, kami sangat malu dengan pemberitaan di media massa," tukasnya.

Bantahan Ipelmaja

Sementara itu, Rahmat Hidayat AR selaku Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Jaya (Ipelmaja) Banda Aceh menegaskan, tidak ada mahasiswa Aceh Jaya yang ikut aksi demo pada Rabu (7/8) sore. Rahmat menyatakan, bahwa Ipelmaja menghargai proses hukum yang berjalan dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Oleh karenanya, beber dia, Ipelmaja telah melakukan papat pengurus pada 6 Agustus 2019 yang diketahui oleh para ketua paguyuban kecamatan yang ada di Aceh Jaya.

"Kami Ipelmaja menegaskan bahwa jikapun ada aksi yang dilakukan, itu bukan mahasiswa Aceh Jaya dan di luar sepengetahuan kami Ipelmaja yang merupakan lembaga mahasiswa Aceh Jaya yang memiliki legalitas," tegas Rahmat.

Untuk mendapat informasi resmi soal kasus itu, papar Rahmat, pihaknya mengupayakan audiensi dengan Polda Aceh. “Kami melihat ini ada muatan politisnya, maka kami tidak mau terlibat. Ipelmaja sendiri akan mengupayakan audiensi dengan pihak Polda Aceh. Itu sikap yang kami pilih,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswi berinisial N (21), melaporkan pejabat tinggi Aceh Jaya berinisial I (51), ke Polda Aceh atas kasus dugaan pelecehan seksual. Pengaduan tersebut telah dilaporkan pada 15 Juli 2019 lalu, dengan Nomor Pengaduan: Reg/138/VII/RES.2.5/2019/Subdit II Tipid PPUC/Ditreskrimsus.

Kuasa Hukum korban, Safaruddin SH mengatakan, dari pengakuan N kejadian pelecehan itu terjadi pada Agustus 2018. Saat itu, korban diajak jalan-jalan oleh pejabat tinggi Aceh Jaya itu dengan mobil pribadinya ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar. Sesampai di parkiran bandara, pejabat tersebut melakukan pelecehan dengan cara meminta korban melakukan sesuatu yang tidak patut. Saat ini pihak penyidik sudah mengambil keterangan dari saksi korban dan menyita barang bukti. (mas)

Lainnya
Walikota Pekanbaru Laporkan Permasalahan PPKM Mikro ke Gubri
Walikota Pekanbaru Laporkan Permasalahan PPKM Mikro ke Gubri
Sekda Pimpin Pengukuhan Kepengurusan BKPMRI Periode 202
Tim Korwil Dikpora Tambang Monitoring ke SDN 006 Sungai
SMA Negeri 2 Kota Bukittinggi Menggelar Concurrentie Ko
Daerah
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Bupati Zukri  dan Tim Patroli Tinjau Kebakaran Lahan T
Melihat Keindahan Lindok Alam Kampar, Cocok untuk Berba
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Global
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Politik
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Saat Sosialisasi Empat Pilar, Syahrul Aidi Maazat Inisi
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Syahrul Aidi Gandeng In
Pariwara
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Pj Wako Apresiasi Insan Pariwisata di Pekanbaru Majukan