Karyawan TWNC Pesisir Barat Lampung Tewas Diserang Harimau

Alwira Fanzary
Kamis, 17 Januari 2019 22:23:36
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Seorang karyawan Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), EP (40) tewas diserang harimau di Pesisir Barat Lampung pada Senin, (14/1).

Sebelum tewas, korban telah diingatkan untuk tidak melanggar aturan yang wajib dipatuhi saat berada di kawasan konvervasi tersebut. “Korban sudan diingatkan jangan berjalan sendiri namun tidak peduli,” kata penanggung jawab TWNC Teguh Wardoyo didampingi Risgianto, staf ahli konservasi TWNC, dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Jumat (17/1).

Seperti yang diberitakan Republika, TWNC sudah membuat peraturan yang antara lain melarang melintas pada waktu harimau atau satwa liar lainnya aktif hilik mudik di koridor satwa yang dulu selalu ditentang dan diprotes masyarakat.

Hasil penyelidikan di area korban diserang, di sekitar lokasi kejadian yang banyak ditemukan jejak harimau seperti cakaran pohon dan cakaran tanah. Hal ini menandakan kawasan ini adalah teritori harimau.

Baca: Perkuat Kemandirian Ekonomi Wilayah, Hendry Munief Dorong Sinergi Bisnis antar Provinsi di Sumatera

Menurut Risgianto, dugaan sementara jika dilihat dari ukuran dan komposisi jejak kaki, harimau penyerang yakni harimau jantan dewasa. Untuk memastikan dugaan, TWNC telah memasang Camera Trap di tiga titik strategis salah satunya di titik ditemukannya korban.

“Jika dilihat dari kondisinya, lokasi ditemukan korban adalah sarang atau tempat beristirahat harimau karena tempatnya bersih dan ada tanda cakaran di pohon (lama dan baru) dan tanda berupa jejak," ujarnya.

Pihak TWNC menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya EP, karyawan TWNC yang juga warga dusun Pengekahan, korban penyerangan Harimau Sumatera. Insiden itu diperkirakan terjadi pada hari Senin, 14 Januari 2019 dan korban ditemukan keesokan harinya.

Ahli waris keluarga sudah menyatakan ikhlas menerima bahwa ini adalah murni musibah yang terjadi karena korban tidak patuh terhadap SOP yang sudah dikeluarkan.

TWNC membuat aturan bukan untuk mempersulit masyarakat maupun karyawan, tetapi semata-mata untuk kebaikan dan keselamatan pengguna jalur lintas dari Pekon Tampang Tua ke Pengekahan.

“Kami meminta kepada warga untuk selalu waspada terjadinya konflik susulan, terutama warga yang tinggal atau memiliki kebun dekat kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan tersebut," katanya.

Para karyawan diminta agar tidak keluar di jam-jam aktif harimau atau satwa liar lainnya melintas. Tidak diperbolehkan berjalan seorang diri serta selalu membunyikan suara-suara berisik.

Ini kejadian pertama harimau Sumatera menyerang manusia di TWNC. "Hal ini sudah diperkirakan sejak dibakarnya sejumlah pos keamanan di lima lokasi di kawasan TNBBS pada tahun 2014 oleh oknum-oknum dan juga pencurian camera trap beberapa tahun terakhir sehingga mengganggu sistem keamanan dan monitoring satwa-satwa liar,” katanya. rpo/kso



Lainnya
Presiden Jokowi Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Kota Pekanbaru
Presiden Jokowi Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Kota Pekanbaru
Kebakaran Hebat Terjadi di Siantar, Korban Keluar dari
Pasca Siswa Hanyut di Sungai Air Hitam, Lurah LBB Pasan
Laporan LKPD, Kabupaten Muba Cetak Rekor dan Sejarah di
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Hukum
Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, Polisi Amankan 24 Orang dan Sita Narkoba
Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, Polisi Amankan 24 Orang dan Sita Narkoba
Bareskrim Bekuk Buron Impor HP Bekas Ilegal Senilai Rp2
Kajari Konawe Fachrizal Ditangkap, Kini Jalani Pemeriks