Kampar dan Lima Puluh Kota Perkuat Sinergi, Sepakat Tangani Tambang Emas Ilegal di Perbatasan

Kanama Amar
Sabtu, 11 Juli 2026 20:23:51

KANALSUMATERA.com - Kampar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lima Puluh Kota memperkuat sinergi dalam menangani berbagai persoalan di wilayah perbatasan. Fokus utama pembahasan adalah aktivitas tambang emas ilegal yang dinilai berdampak terhadap kelestarian lingkungan serta kehidupan masyarakat di kedua daerah. Jumat (10/07/2026).

Pertemuan koordinasi yang digelar di Kantor Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, dihadiri Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Herman Azmar, Camat Koto Kampar Hulu Ahmad Begab, Danpos Koramil Koto Kampar Hulu Sersan Mayor Mulyadi, perwakilan Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Kabupaten Kampar Tangkas, serta jajaran Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Baca: Pemkab Rohil Dukung Pembekalan Adat Calon Datuk Penghulu, Perkuat Kepemimpinan Berbasis Budaya

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemerintah daerah membahas persoalan batas wilayah antara Kabupaten Kampar, khususnya Kecamatan Kampar Kiri Hulu dan Koto Kampar Hulu, dengan Kabupaten Lima Puluh Kota yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat.

Bupati Kampar Ahmad Yuzar menjelaskan, salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius adalah masuknya alat berat yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan perbatasan, terutama di wilayah Kampung Gelugur, Koto Tongah, dan Tanjung Jajaran. Aktivitas tersebut dinilai telah memicu kerusakan lingkungan, terutama pencemaran aliran sungai yang dampaknya dirasakan hingga ke wilayah Rantau Larangan, Kabupaten Kampar.

Baca: Kapolri Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di Riau, Bupati Kampar Dampingi Penyerahan Bantuan Alat

"Meskipun lokasi aktivitas penambangan berada di luar wilayah administrasi Kabupaten Kampar, namun dampak kerusakan lingkungan dan pencemaran air sungai turut dirasakan oleh masyarakat Kampar yang menggantungkan kebutuhan hidup dari aliran sungai tersebut," jelas Ahmad Yuzar.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, menegaskan bahwa kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, pemerintah berkewajiban memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam agar tetap dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Baca: Kapolri Perkuat Penanganan Karhutla di Riau, Serahkan Alat Berat dan Peralatan Pendukung

Dalam forum tersebut, kedua pemerintah daerah sepakat bahwa penyelesaian persoalan tambang emas ilegal tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan koordinasi lintas kabupaten, lintas provinsi, serta dukungan pemerintah pusat, mengingat persoalan ini juga berkaitan dengan kawasan hutan dan penetapan batas wilayah yang masih menjadi kendala dalam pengawasan maupun penegakan hukum.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Kampar dan Pemkab Lima Puluh Kota berkomitmen memperkuat sinergi melalui penyelarasan data batas wilayah, koordinasi terkait status kawasan hutan, serta mendorong penanganan terpadu terhadap aktivitas pertambangan emas ilegal. Langkah ini diharapkan mampu melindungi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di kawasan perbatasan. (Adv)

Terkait
Peran Ayah Jadi Sorotan Harganas, Sekdaprov Riau Ajak Bangun Generasi Unggul
Peran Ayah Jadi Sorotan Harganas, Sekdaprov Riau Ajak Bangun Generasi Unggul
Sekda Rohil Hadiri Penandatanganan SPMB, Tegaskan Pener
Kepala Diskominfo dan Persandian Kampar Gelar Tandatang
GP Ansor Rohil Nilai Program Pendidikan Hj. Kammila Sar
Lainnya
10 Terakhir Ramadhan, Bupati Alfedri Himbau Masyarakat Perbanyak Ibadah
10 Terakhir Ramadhan, Bupati Alfedri Himbau Masyarakat Perbanyak Ibadah
Jelang Kongres di Medan SPS Riau Boyong Seluruh Anggota
32 Kios Ludes Terbakar di Pasar Kuok Batang Kapas
Mantap.., 9000-an PJU Illegal Ditertibkan Dishub
Daerah
Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Kebijakan Ekspor
Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Kebijakan Ekspor
KONI Payakumbuh Studi Banding ke KONI Pekanbaru, Dalami
Mobil Pajak Keliling Hadir di Kelurahan Sialangmunggu P
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik