Ini Harapan Para Tokoh Kota Payakumbuh untuk Legislator Baru

Mawardi Tombang
Selasa, 3 September 2019 13:40:42
Suasana pelantikan anggota DPRD Kota Payakumbuh periode 2019-2024.

PAYAKUMBUH,KANALSUMATERA.com - Beragam pandangan dan harapan mengemuka pascapelantikan 25 anggota DPRD terpilih Kota Payakumbuh. Salah satunya, disampaikan sesepuh politik Payakumbuh, Asmadi Taher. Mantan politisi Golkar ini menyebut, tantangan kerja anggota DPRD Kota Payakumbuh ke depan akan lebih berat dan konkrit.

Mengingat, kini Kota Payakumbuh masih dalam transisi menuju kota maju. "Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diseriusi baik oleh legislatif maupun eksekutif. Kerja sama yang baik juga perlu ditingkatkan, agar kota Payakumbuh lebih maju dan mandiri secara ekonomi masyarakatnya," kata Asmadi yang akrab disapa Mamak Ujang Harimau kepada MinangkabauNews.com, Senin 2 September 2019.

Terpenting, menurut mantan anggota DPRD Periode 2004-2009 ini, dalam hal pengambilan keputusan yang bersifat prinsip, para legislator yang baru bisa menempatkan kepentingan rakyat diatas kepentingan politik, pribadi atau kelompok.

"Bekerjalah hanya untuk kepentingan rakyat Payakumbuh," pesan Asmadi Taher.

Terkait pengabdian sebagai wakil rakyat, katanya, juga harus diperjelas. Anggota Dewan, harus betul-betul mengayomi aspirasi masyarakat yang diwakilinya.

Baca: KONI Payakumbuh Studi Banding ke KONI Pekanbaru, Dalami Program Pembinaan Atlet

"Kalau sudah menjadi wakil rakyat anggota DPRD payakumbuh, posisikan lah diri menjadi wakil masyarakat Payakumbuh, bukan cuma wakil dari masyarakat konstituen saja," tuturnya.

Anggota DPRD Payakumbuh yang baru juga diminta lebih peka dalam mencermati situasi, kondisi, dinamika dan fenomena saat ini. Kendati DPRD dituntut memang harus kritis dalam mengawasi dan menjadi penyambung aspirasi, para legislator juga wajib menjalankan fungsi dan tugasnya sesuai aturan Undang-Undang.

"Jagalah hubungan baik jalin kerjasama yang baik dengan eksekutif tapi dalam artian positif. Karena tidak akan maju sebuah kota, apabila tidak terjalin kerjasama yang baik antara legislatif dan eksekutifnya," pesan mantan pimpinan dan anggota DPRD dua periode 1999 - 2009 tersebut.

Harapan serupa diungkapkan Ketua KNPI Kota Payakumbuh, Ghanny Ahmad. Menurutnya, anggota DPRD yang baru, ke depan dapat lebih fokus bekerja mengawal dan mengawasi skala prioritas pembangunan yang dilakukan eksekutif sesuai kebutuhan masyarakat dan daerah.

"Bagaimana target kinerja eksekutif atau pemerintah daerah kita ke depan bisa benar-benar lebih terarah kepada kebutuhan masyarakat. Seperti misalnya, pembangunan sumber daya manusia, kepemudaan dan industri kreatifnya," kata Ghanny Ahmad.

Baca: 360 Hunian Tetap Dibangun di Agam, Penyintas Bencana Mulai Disiapkan untuk Relokasi

Selama ini, katanya, kemajuan Kota Payakumbuh memang dirasakan sudah maju pada peningkatan infrastukturnya. Berbagai program dan anggaran pun lebih banyak direalisasikan ke fisik. Tapi belum dirasakan terjadap pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM)-nya.

"Harapan kami di KNPI, ke depan pemuda juga lebih dilibatkan. Seperti dalam pengembangan industri kreatif kita yang sangat berpotensi jika kita garap bersama-sama. Kalau bisa diberikan penambahan SDM dan regenerasi kepemimpinan kepada kami kaum muda," harap Ghanny.

Hal ini mengingat, Kota Payakumbuh tidak memiliki asset dan potensi yang besar dikembangkan baik dari sisi PAD maupun ekonomi.

"Kini bagaimana kita bisa membuka peluang untuk industri kretif dengan memberikan biaya atau beasiswa untuk pendidikan S2 atau S3," tuturnya.

Adapun dalam bentuk produk regulasi daerah, ke depan para legislator yang baru diharapkan lebih fokus menuntaskan persoalan penyakit masyarakat. Seperti, ia mencontohkan, menyiapkan Perda tentang LGBT yang selama ini prosesnya tidak ditahui.

Baca: Layanan Digital BPJS Kesehatan Makin Canggih, Peserta JKN Kini Urus Administrasi Tanpa Antre

"Kalau bisa Dewan bersama Pemda menyusun Perda ini secepat mungkin, supaya ada aturan yang jelas dan tegas untuk membuat program pengentasan penyakit masyarakat seperti LGBT ini," tuturnya.

Adapun Ketua Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Payakumbuh, Wirianto Dt Paduko Bosa Marajo, kepada MinangkabauNews.Com menyebut anggota DPRD yang baru dapat memperjuangkan penganggaran terhadap masyarakat adat yang kini dinilai masih lemah.

"Kita harapkan para legislator dapat memberi porsi dan perhatian lebih terhadap pembangunan masyarakat Adat kita ke depan. Perda Adat kita memang sudah ada, tapi dari sisi eksekusi dan pembiayaan masih rendah. Sehingga belum sampai kepada target yang ingin kita capai," kata Wirianto.

Ia menyebut, seperti kantor LKAM yang representatif juga harus juga dipikirkan. "Bagaimana kita dapat memberikan SDM dan pelatihan-pelatihan yang terstruktur dan berkesinambungan untuk pendidikan moral masyarakat. Saat ini peran niniak-mamak kita belum signifikan," ungkap Dt Paduko Bosa Marajo. (aking)



Lainnya
Wakil Bupati Kampar Pantau Langsung Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Petapahan Kecamatan Tapung
Wakil Bupati Kampar Pantau Langsung Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Petapahan Kecamatan Tapung
Simpan Narkoba Jenis Ganja, Hamzah Ditangkap Tim Pegasu
Pria di Rohil Ini Habisi dan Tenggelamkan Temannya Send
Lingga Terima Sertifikat Indikasi Geografis `Sagu Lingg
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Politik
Partai Buruh Tolak Ambang Batas Parlemen 5 Persen, Usul 1 Persen
Partai Buruh Tolak Ambang Batas Parlemen 5 Persen, Usul 1 Persen
Golkar dan PKS Dorong Parliamentary Threshold 5 Persen,
Golkar-PKS Bahas RUU Pemilu, Ambang Batas Parlemen 5 Pe
Hukum
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari Blueray, Jaksa Soroti Pengakuan Dendam
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari Blueray, Jaksa Soroti Pengakuan Dendam
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru
KPK Geledah Kementerian ATR/BPN, Bidik Bukti Kasus Suap
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Kriminal
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Penipuan Rp5,7 Miliar Diselidiki
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Penipuan Rp5,7 Miliar Diselidiki
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Polda Metro Bongkar Alur Dana Kerusuhan 27 Agustus, Akt