Imigrasi Batam Tolak Masuk 392 WNA Selama Tahun 2018

Islami
Kamis, 3 Januari 2019 20:19:34
Kepala Imigrasi Kelas 1 Khusus Batam Lucky Agung Binarto

KANALSUMATERA.com - Imigrasi Kelas 1 Khusus Batam menolak 392 warga negara asing masuk ke Indonesia sepanjang 2018 lalu. Sejumlah alasan menyertai penolakan masuknya WNA ini.

Kepala Imigrasi Kelas 1 Khusus Batam Lucky Agung Binarto menyebutkan ratusan WNA yang ditolak masuk ke Indonesia ini berasal dari berbagai negara.

Ada berbagai alasan mereka (WNA) ini masuk ke Indonesia," kata Lucky dalam konferensi pers capaian Imigrasi Batam selama 2018 seperti dilansir dari batamnews.com, Kamis (3/1/2019).

Dia merinci para WNA itu ditolak lantaran masuk dalam daftar cekal, masa berlaku paspor kurang dari 6 bulan, tidak memiliki visa bagi warga negara tertentu dan menggunakan paspor palsu.

Baca: Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Kampar Perkuat Pengendalian Inflasi Daerah

Selain menolak WNA, Imigrasi juga melarang warga negara Indonesia yang akan berangkat ke luar negeri yaitu sebanyak 193 orang, alasan pelarangan karena masalah ketenagakerjaan. Hal tersebut dilakukan setelah pihak kemigrasian melakukan pemeriksaan.

"Alasan penolakan tersebut karena terindikasi TKI non prosedural sehingga berpotensi menjadi korban TPPO" ujarnya.

Hingga akhir tahun 2018 banyak WNA yang dideportasi karena penyalahgunaan izin tinggal. Berdasarkan data imigrasi Kota Batam terdapat sekitar 89 orang yang dideportasi.

Angka ini menurun dari tahun 2017 yaitu sebanyak 142 orang, warga negara Vietnam yang paling banyak dideportasi sekitar 83 orang. iin



Terkait
BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Kepri hingga 7 Februari: Termasuk Tanjung Pinang
BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Kepri hingga 7 Februari: Termasuk Tanjung Pinang
Tim Rescue Pos SAR Batam Gercep.... Cari Awak Kapal Tam
Nelayan Asal Nongsa Batam Hilang di Perairan Bengkalis,
BP Batam Kembangkan Nagoya Walkable City, Topang Wilaya
Lainnya
Pj. Bupati Kampar Harap Generasi Muda Paham Kebutuhan Gizi
Pj. Bupati Kampar Harap Generasi Muda Paham Kebutuhan Gizi
Nova Zahara Realisasikan Pengaspalan Jalan Kampung Suka
Wisman ke Kepri Meningkat 21,91 Persen
3 Mobi Tangki di Batam Diamankan Polda Kepri Diduga Sel
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 202