Hari Ini, Hotspot di Sumatera Capai 1.104, Pelalawan Sumbang 71 Titik di Riau
KANALSUMATERA.com - PEKANBARU — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatra kembali meningkat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 1.104 titik panas (hotspot) di Sumatra berdasarkan pemantauan hingga pukul 07.00 WIB, Sabtu (22/8/2026).
Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang 97 titik panas. Angka ini menempatkan Riau sebagai salah satu provinsi dengan hotspot terbanyak di Sumatra setelah Sumatra Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung.
Kondisi di Riau menjadi perhatian karena sebagian besar titik panas terkonsentrasi di Kabupaten Pelalawan. BMKG berdasarkan laporan dari LKBN Antara mencatat 71 hotspot berada di Pelalawan, atau sekitar 73 persen dari total titik panas yang terdeteksi di Riau.
Selain Pelalawan, hotspot juga terpantau di Indragiri Hilir sebanyak delapan titik, Kampar empat titik, Indragiri Hulu tiga titik, serta Kota Dumai tiga titik. Sementara Rokan Hulu, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti masing-masing terdeteksi dua titik, sedangkan Kuantan Singingi satu titik.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Anggun R, menyebut peningkatan titik panas tersebut perlu menjadi perhatian, terutama di wilayah yang memiliki potensi kebakaran lahan.
Baca: Delapan OPD Riau Borong Penghargaan Kearsipan, Bapenda Masuk Jajaran Terbaik 2026
Di tingkat Sumatra, Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling tinggi, mencapai 528 titik. Selanjutnya Bangka Belitung 221 titik, Lampung 98 titik, Riau 97 titik, dan Jambi 83 titik. Hotspot lainnya tersebar di sejumlah provinsi Sumatra.
Lebih dari 700 Hektare Lahan Terbakar
Peningkatan hotspot tersebut terjadi bersamaan dengan penanganan kebakaran lahan di sejumlah wilayah Riau. Dalam beberapa hari terakhir, Manggala Agni mencatat luas lahan yang terbakar di Riau telah mencapai lebih dari 700 hektare.
Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan luas kebakaran terbesar, yakni sekitar 434 hektare, disusul Pelalawan sekitar 300 hektare. Penanganan kebakaran juga dilakukan di sejumlah daerah lainnya, termasuk Kampar, Siak, dan Bengkalis.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan frekuensi kebakaran saat ini mengalami peningkatan terutama di Riau dan Sumatra Selatan.
Baca: Masyarakat Pesisir Riau Sepakat Dorong Provinsi Riau Pesisir, Dumai Diusulkan Jadi Ibu Kota
"Untuk Wilayah Sumatera saat ini yang sedang naik frekuensi kebakarannya di Riau dan Sumatera Selatan. Untuk Sumsel saat ini juga sudah hampir 15 hari di-BKO-kan juga Manggala Agni dari Jambi," katanya.
Cuaca Riau Masih Cenderung Kering
Di tengah meningkatnya hotspot, kondisi cuaca Riau pada Sabtu diprakirakan cenderung cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan hanya berpeluang terjadi secara terbatas di sebagian wilayah Rokan Hulu pada malam hari.
BMKG memprakirakan suhu udara Riau berada pada kisaran 23-34 derajat Celsius, dengan kelembapan 50-95 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam.
Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi, diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu meluasnya karhutla.
Baca: Kadisbunnak Keswan Kampar Bantah Isu Jalan Produksi dan Bibit Sawit, Tegaskan Sesuai Prosedur
Lonjakan hotspot ini menjadi perhatian serius karena titik panas tidak hanya meningkat di Riau, tetapi juga terjadi di sejumlah provinsi lain di Sumatra. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran dan kabut asap apabila tidak segera ditangani.
