Guru Dilaporkan ke Polisi karena Tampar Siswa, Begini Penjelasan Kepala SMPN 4 Pekanbaru

Mawardi Tombang
Kamis, 21 November 2019 10:01:50
SMP Negeri 4 Pekanbaru di Jalan Dr Sutomo.

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU - Guru SMP Negeri 4 Pekanbaru, Riau, berinisial De, dilaporkan orangtua siswa ke Polsek Limapuluh karena diduga melakukan penamparan terhadap anaknya.


Kepala SMPN 4 Pekanbaru Rukiah, ketika dikonfirmasi, Rabu (20/11/2019), menjelaskan, sebelum orangtua siswa melapor ke polisi, pihak sekolah telah dua kali memediasi pertemuan orangtua siswa dengan guru yang dituduh melakukan penamparan.
''Dalam pertemuan itu, guru yang bersangkutan dan orangtua siswa sudah sepakat masalahnya dianggap selesai. Mereka bersalam-salaman. Guru sudah minta maaf dan mengakui kesalahannya,'' kata Rukiah, di SMPN 4 di Jalan Dr Sutomo Pekanbaru.
Rukiyah yakin, guru tidak mungkin menampar siswa jika tak ada penyebabnya. ''Gak mungkinlah, guru yang sudah mengajar sejak tahun 2011 itu main tampar, kalau tak ada penyebabnya. Pasti ada penyebabnya, hingga hal itu terjadi,'' ujarnya.


Karena kasus ini sudah masuk ke ranah hukum, lanjutnya, pihaknya akan mengikuti proses penyelesaiannya.
Laporkan Guru
Sebelumnya diberitakan, seorang siswa SMPN 4 Pekanbaru, diduga ditampar gurunya. Penamparan itu dilaporkan orangtua siswa ke Polsek Limapuluh, pada Ahad (17/11).
Berdasarkan penuturan orangtua korban, Lauren (38) kepada GoRiau.com, peristiwa penamparan itu terjadi Rabu (13/11) siang.
''Sekitar pukul 13.05, sebelum berakhir jam istirahat, anak saya jajan sama teman-temannya, yang kebetulan kelas mereka dekat dengan kantin. Pada saat posisi duduk, kemudian gurunya datang dan anak saya berdiri, kemudian langsung ditampar sambil bilang 'kenapa kamu' sekolah'," jelas Lauren, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Selasa (19/11).


Lauren mengatakan, anaknya merasa bingung dengan pertanyaan guru, ''mengapa kamu sekolah?'' padahal tidak mendapatkan skors. ''Anak saya pun langsung menghubungi saya dengan meminjam HP milik temannya,'' ujarnya.
''Dia bilang, 'ma, aku ditampar'. Tentu saya marah, pasti kamu nakal ya, kan biasa respons orangtua gitu. 'Gak ma,' katanya. 'Tiba-tiba ditampar,' katanya gitu. Nah setelah kejadian itu, dia masuk kelas lagi dan ternyata tasnya diambil oleh guru yang menamparnya. Lalu dia telepon saya lagi dan bilang 'mama tas aku diambil, mama datanglah,' katanya gitu. Ya udah, datanglah saya,'' tambahnya.

Baca: Kababinkum dan HAM TNI Laksda TNI Farid Ma'ruf Kunjungan Kerja ke Oditur Militer I-03 Pekanbaru

Lauren segera datang ke sekolah dan memastikan apakah benar anaknya ditampar oleh guru. Karena tidak menemukan guru yang menampar maupun bagian kesiswaan, akhirnya dirinya mencari informasi ke penjaga kantin, yang bernama Mus.
''Kata Pak Mus, penjaga kantin, dia tidak mengetahui apa kesalahan anak saya, yang dia tahu, tiba-tiba guru itu nampar anak saya. Tapi nggak tau ya, mungkin sebelum masuk kantin anak saya punya salah,'' jelasnya.
Setelah itu, lanjut Lauren, wali kelas anaknya menghampirinya untuk menyelesaikan perkara penamparan anaknya itu.


''Saya diajak ke ruang kesiswaan. Kepada guru yang menampar anak saya itu saya tanyakan, kenapa anak saya ditampar?'' ucapnya.
''Begini Buk, sepuluh hari yang lalu saya memesankan kepada anak Ibu agar orangtuanya datang ke sekolah. Saya menduga pesan itu tak disampaikannya. Makanya ketika melihatnya, saya jadi marah dan saya tampar,'' papar Lauren, mengulang pernyataan sang guru.
Lauren menilai tindakan guru yang langsung menampar anaknya sangat tidak pantas. Sebab, hanya karena menduga tidak menyampaikan pesan guru kepada orangtuanya agar datang ke sekolah. Orangtuanya dipanggil ke sekolah karena korban kedapatan membawa botol liquid Vape.

''Padahal saya telah memenuhi panggilan sekolah. Namun waktu sampai di sekolah, saya tidak bertemu dengan wali kelas dan guru bagian kesiswaan itu, yang akhirnya bertemu dengan guru lain. Guru yang bertemu saya itu ternyata tidak mengonfirmasi kepada bagian kesiswaan,'' urainya.
"Wajar nggak sih, dia (guru) menampar anak saya, berarti menampar saya karena saya dianggapnya nggak datang. Padahal saya sudah datang,'' katanya.


Usai kejadian tersebut memang sudah ada pertemuan di sekolah sesuai arahan dari Dinas Pendidikan.
''Saya sudah ke Dinas Pendidikan melaporkan. Pak Kadis menyarankan, ada baiknya diselesaikan di sekolah. Saya datang ke sekolah sama Buk Kabid Bhabinkantibmas. Saat itu bertemu kepala sekolah dan guru bersangkutan. Guru itu menyampaikan permohonan maaf ke Dinas, bukan ditujukan kepada saya,'' tambahnya.
''Karena tidak ada itikat baik dari guru yang bersangkutan, akhirnya saya putuskan pada Minggu kemarin ke Polsek Limapuluh untuk melaporkan kasus ini,'' tutupnya.

Baca: BPBD dan Dinsos Kampar Siaga, Sungai Subayang Meluap: 7 Desa di Kampar Kiri Hulu Terendam

Terkait
Ahmad Yuzar: Pra Musrenbang RKPD 2027 Wujudkan Perencanaan Kampar yang Terukur
Ahmad Yuzar: Pra Musrenbang RKPD 2027 Wujudkan Perencanaan Kampar yang Terukur
Tindak Lanjut Arahan Presiden, Pemkab Kampar Gaungkan B
Meriahkan Ramadhan, Pemko Dumai Gelar Festival Lampu Co
Resmi Jadi Advokat, Ida Yulita Susanti: Profesi Advokat
Lainnya
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kampar Ke-76 Tahun 2026, Terlaksana Dengan Khidmat Dan Sukses
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kampar Ke-76 Tahun 2026, Terlaksana Dengan Khidmat Dan Sukses
Respons Cepat PT Arara Abadi: Bantuan Sembako Disalurka
Pria di Rohil Ini Habisi dan Tenggelamkan Temannya Send
Nilai Ekspor Kepri Menurun Hingga September 2019
Nasional
Trik dan Tips Menyimpan Daging Kurban: Panduan Resmi dari Kemenkes dan Akademisi Indonesia
Trik dan Tips Menyimpan Daging Kurban: Panduan Resmi dari Kemenkes dan Akademisi Indonesia
Ahli Gizi Ingatkan Batas Aman Konsumsi Daging, Maksimal
Hendry Munief : SNI Bukan Sekedar Sertifikasi, Melainka
Ekonomi
Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat Perusahaan Sawit: Evaluasi Izin Jika Perlu!
Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat Perusahaan Sawit: Evaluasi Izin Jika Perlu!
Polsek Mandau dan Pemkab Bengkalis Kelola 2 Hektare Lah
Disbun Riau Tegas: PKS Dilarang Turunkan Harga TBS Sepi
Daerah
Hadapi Lonjakan Arus Balik Idul Adha 2026, Dishub Bengkalis Siagakan Empat Armada RoRo
Hadapi Lonjakan Arus Balik Idul Adha 2026, Dishub Bengkalis Siagakan Empat Armada RoRo
PWI Kampar Gelar Penyembelihan Hewan Qurban, Perkuat So
Wabup Bengkalis Lepas Pawai Takbir Idul Adha 1447 H, Ri
Entertainment
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film SpongeBob SquarePants Meninggal Dunia
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film SpongeBob SquarePants Meninggal Dunia
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Politik
DPD PKS Inhil Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban, Perkuat Semangat Berbagi untuk Masyarakat
DPD PKS Inhil Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban, Perkuat Semangat Berbagi untuk Masyarakat
43 Tahun “Dirampok”,  Adam Syafaat Dukung Presiden
Kemah Bela Negara PKS Riau: Mengokohkan Akar Kebangsaan