Dr. Syahrul Aidi: Saatnya Pengurus Merapikan Manajemen Masjid Secara Profesional

Mawardi Tombang
Senin, 21 Agustus 2023 04:54:45

KANALSUMATERA.com - Pekanbaru - Di tengah arus perubahan sosial kemasyarakatan yang begitu cepat, pengurus masjid diharapkan mampu mengelola masjid secara profesional. Salah satu caranya adalah menerapkan manajemen masjid yang tepat.

Hal itu disampaikan oleh anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil Riau 2, Dr. Syahrul Aidi Maazat Lc MA saat kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Idarah Kemakmuran Masjid Indonesia (IKMI) Wilayah Riau pada Sabtu (20/8/2023) di Aula Gedung IKMI Riau.

Harapan Dr. Syahrul Aidi ini bukan tanpa alasan. Karena dia melihat selama ini pengelolaan masjid yang belum profesional. Dan itu berpengaruh kepada makmurnya masjid itu.

"Banyak fenomena-fenomena baru yang saya temukan selama ini. Ada masjid besar, tapi jamaah kurang. Ada kas masjid yang puluhan juta, namun tidak produktif dan konstruktif. Ada juga tiap tahun bangunan-bangunan masjid yang dirobohkan, ini menandakan kurang profesional dalam perencanaan dan tidak memikirkan amal jariyah dan niat donatur, " terang Dr. Syahrul Aidi di hadapan perwakilan pengurus IKMI se-Riau.

Baca: Selain Bantu UMKM, Hendry Munief Dorong Pelaku Industri Kembangkan Industri Halal

Menurut ketua IKMI Kampar ini, ada 4 model manajemen masjid yang harus diterapkan oleh pengurus masjid agar dana ummat tepat sasaran.

Pertama adalah manajemen pembangunan yang tepat sasaran. Manajemen pembangunan harus terencana. Kapan perlu menggunakan jasa konsultan agar dana ummat yang terpakai benar-benar terencana sehingga tidak perlu ada perombakan bangunan setelah jadi.

"Jangan sampai bangunan tahun kemarin dirobohkan sekarang karena tidak lagi sesuai dengan keadaan kekinian. Bahkan ada juga kita temukan sudah belasan tahun masjid itu tidak selesai pembangunannya. Ada saja yang harus diperbaiki. Ini membuktikan pembangunan tidak terencana, " katanya mengingatkan.

Dia mencontohkan pembangunan WC khususnya WC perempuan yang tidak syar'i. Sehingga bentuk bangunan memungkinkan mengumbar aurat muslimah tanpa sengaja. Belum lagi bangunan pendukung lainnya.

Baca: SF Hariyanto Lantik Pengurus HIMPERRA Riau, Targetkan Akselerasi Program 3 Juta Rumah

Kedua adalah manajemen ibadahnya. Manajemen ibadah perlu diatur sedemikian rupa. Salah satu item yang harus diperhatikan adalah saatnya pengurus dan jamaah menggaji imam masjid. Khususnya imam tetap shalat ratib (shalat wajib). Memang ada katanya perbedaan pendapat atas hal ini. Tapi kondisi masa lalu tidak bisa disamakan lagi dengan sekarang.

"Dulu para imam ini memang tidak digaji. Tapi yang perlu dicatat jamaah rutin memberikan kebutuhan harian seperti beras, buah-buahan, sayur mayur kepada para imam. Kebiasaan itu tidak ada lagi saat ini. Imam juga seperti kita banyak kebutuhan yang harus dipenuhi." ucap alumni Al Azhar Kairo ini.

Salah satu efek kesejahteraan imam yang kurang ini adalah para imam yang tidak sesuai standar, khususnya adalah pada bacaan. Dia juga menyebut saatnya para hafizh muda diberdayakan. Memang dia tidak memungkiri sudah ada beberapa masjid yang menggaji imam, tapi itu masih sebagian kecil.

"Masjid cantik, megah, tapi imamnya tidak standar. Tidak akan makmur masjid, jika imamnya tidak standar. Imam berkualitas pasti butuh kenyamanan mereka." ucapnya lagi.

Baca: Bupati Kampar Genjot Kinerja OPD, Evaluasi Realisasi Fisik dan Keuangan Juni 2026

Ketiga katanya adalah dibutuhkan manajemen taklim (kajian) yang benar. Para da'i memberikan ceramah yang menyejukkan, menjawab pertanyaan ummat. Para da'i jangan mendakwahkan kajian-kajian yang khilafiyah yang tidak dikuasainya. Malah itu akan membuat ummat makin bingung.

Keempat adalah Manajemen Keuangan yang profesional. Harus jelas infak masjid dapat digunakan segala sesuatu untuk aktifitas masjid. Ada ditemukan masjid tidak bisa mengelar ceramah agama karena katanya infak masjid tidak bisa dipakai untuk itu.

Dia juga miris ketika kotak infak yang ada hanya kotak infak pembangunan dan anak yatim. Padahal para fakir di sekitar masjid yang tidak kalah banyaknya. Harusnya masjid dapat menjawab solusi mereka. Maka setiap mengisi kajian di masjid dia menggalang program 'Masjid Peduli' para fakir miskin. ***



Terkait
Dibuka Menag, Kapolda dan Gubernur Riau Hadiri Pawai Ta'aruf MTQ ke-44 Provinsi Riau di Kuansing
Dibuka Menag, Kapolda dan Gubernur Riau Hadiri Pawai Ta'aruf MTQ ke-44 Provinsi Riau di Kuansing
Kepala Diskominfotiksan Kampar Terima Telkomsel Region
Gelar Tasyakuran Hari Jadi ke-76, Pemkab Kampar Undang
SKPD di Bengkalis Terima DPA 2026, Kasmarni: Jauhi Sega
Lainnya
PT. Bukit Batu Hutani Alam Gelar Edukasi Karhutla di SMPN 1 Bandar Laksamana
PT. Bukit Batu Hutani Alam Gelar Edukasi Karhutla di SMPN 1 Bandar Laksamana
Peringati Hari Ozon Internasional, Pemprov Riau Serahka
Bersama Rektor dan Tiga Fakultas di UIR, Bawaslu Rohil
Kukuhkan LPM, Forum RT/RW, Camat Kulim Kota Pekanbaru M
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan