DR Ikhsan: Atasi Macetnya Simpang Panam Tak Perlu Fly Over, Cukup Dua Solusi Saat ini
KANALSUMATERA.com - Pekanbaru - Akhir-akhir ini banyak usulan dari berbagai pihak untuk membuat fly over Simpang Panam. Hal itu dikarenakan padatnya arus lalu lintas di persimpangan tersebut.
Persimpangan tersebut menghubungkan antara jalan HR Soebrantas menuju Bangkinang dan Jalan Garuda Sakti dengan Jalan Kubang Raya. Diprediksi anggaran yang dihabiskan untuk pembangunan fly over tersebut mencapai Rp 100 milyar.
Menurut pengamat tata perkotaan, DR M Ikhsan MSc, mengatakan bahwa saat ini khusus persimpangan tersebut belum dibutuhkan fly over. Apalagi investasi membuat fly over yang begitu besar.
"Saat ini fly over simpang Panam belum kita butuhkan. Pertimbangkan betul (jika itu diseriusi) karena dananya sangat besar." terang DR Ikhsan, Rabu (6/10/2021).
Menurutnya untuk mengatasi padatnya arus lalu lintas di persimpangan tersebut, cukup dengan memperlebar jalan Garuda Sakti menjadi dua jalur.
Baca: Tindaklanjuti SE Kemendagri: Selain WFH, Bupati Kampar Juga akan Bersepeda ke Kantor Setiap Jumat
"Yang lebih penting dari fly over adalah dibangunnya jalan 2 jalur (4 lajur) untuk jalan lingkar Kubang dan Jalan Garuda Sakti sendiri (sekitar 15 km), yg biayanya lebih kurang sama, tetapi manfaatnya jauh lebih besar. Bukan hanya mengatasi macet di persimpangan, tetapi juga melancarkan lalu lintas di ruas padat ini. Sehingga truk dan bus tidak curi-curi lagi melewati jalan Soekarno Hatta dan jalan Subrantas. Karena jalan Lingkar kubang dan Garuda Sakti lebih nyaman dan cepat." terang dosen pasca sarjana Universitas Riau ini.
Dia juga mengingatkan, jalan lingkar Kubang dan Garuda Sakti ini sudah ramai dengan pemukiman padat di kanan kirinya. Sehingga dengan jalan cuma 1 jalur skrg ini sangat padat, rawan macet dan kecelakaan.
Selain membuat jalan Garuda Sakti itu jadi dua jalur, menurutnya perlu juga dibuat jalur lambat jalan Soebrantas menuju Bangkinang. Menurutnya itu akan mengurai arus lalu lintas menuju arah Kabupaten Kampar.
"Mudah-mudahan cepat terlaksana, pembangunan bukan utk gagah-gagahan, tetapi utk memecahkan persoalan" harapnya. ***
