Diskominfotik Bengkalis Gelar FGD KIM, Perkuat Literasi Digital dan Keterbukaan Informasi Desa
KANALSUMATERA.com - BENGKALIS – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) guna meningkatkan literasi digital dan keterbukaan informasi publik di tingkat desa. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Kantor Diskominfotik Bengkalis, Rabu (24/6/2026).
FGD dibuka oleh Kepala Diskominfotik Agus Sofyan yang diwakili Sekretaris Diskominfotik Adisutrisno. Turut hadir mendampingi, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) Hurriagustianri serta Pejabat Fungsional Zulkifli dan Syahrudin. Adapun peserta berasal dari KIM Desa Air Putih, Desa Tameran, Desa Bantan Timur, dan Desa Muntai.
Sekretaris Diskominfotik Adisutrisno menjelaskan bahwa FGD ini bertujuan memperkuat kapasitas anggota KIM, khususnya dalam memahami literasi digital, keterbukaan informasi publik, serta teknik penulisan berita sesuai kaidah jurnalistik.
"Semoga ini menjadi ruang diskusi yang efektif untuk saling bertukar informasi dan belajar demi terwujudnya keterbukaan informasi publik di tingkat desa. FGD ini juga merupakan upaya membangun kolaborasi yang baik antara KIM dan Diskominfotik sebagai PPID Utama," ujarnya.
Baca: Bupati Kampar Ahmad Yuzar Lantik Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kampar Periode 2026–2031
Sementara itu, Kabid IKP Hurriagustianri menegaskan bahwa PPID Utama terus mendorong pemerintah desa untuk mengoptimalkan peran KIM sebagai ujung tombak informasi di masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang cerdas, mandiri, dan partisipatif dalam mengelola serta menyebarkan informasi yang akurat.
Ia juga menambahkan bahwa desa didorong untuk memanfaatkan teknologi digital secara maksimal, baik melalui website resmi desa maupun platform milik Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Langkah ini penting untuk mempromosikan potensi daerah, menyampaikan informasi kegiatan desa, serta meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa.
Dalam sesi materi, Zulkifli bersama Haliyun Na'im (Baim) memberikan pelatihan jurnalistik dasar, khususnya teknik penulisan berita yang baik dan benar dengan menerapkan unsur 5W+1H.
"Berita yang baik harus mampu menjawab enam pertanyaan dasar, yakni apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana suatu peristiwa terjadi," kata Zulkifli.
Baca: Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kloter 05 BTH, Bupati Kampar Doakan Jamaah Raih Haji Mabrur
Baim menambahkan, penyusunan berita harus diawali dengan informasi paling penting, diikuti rincian pendukung, kemudian ditutup dengan informasi pelengkap. Judul berita juga harus singkat, padat, dan mewakili keseluruhan isi berita.
Melalui FGD ini, Diskominfotik Bengkalis berharap KIM di setiap desa semakin aktif dalam menyebarluaskan informasi yang edukatif, transparan, dan terpercaya, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem informasi publik yang sehat di Kabupaten Bengkalis. (sry/inf)
