Cinta tak Direstui Orang Tua Kekasih, Pemuda di Tapung Hulu Nekat Gantung Diri

Mawardi Tombang
Kamis, 7 November 2019 10:10:36
Korban saat dievakuasi.

KANALSUMATERA.com - BANGKINANG - Seorang pemuda di Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu dinihari (6/11/2019).
Korban tewas akibat gantung diri ini adalah Luhun Parsaulian Purba (21) yang beralamat di Desa Simpang Durian Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal Sumut.

Korban pertama kali ditemukan di belakang sebuah rumah kosong komplek Perumahan Afdeling X PTPN-V Kebun Terantam Desa Kasikan oleh saksi Rijois Ratna Setia Hutasoit. Pada pagi tadi sekira pukul 05.30 Wib, saksi Rijois Ratna baru bangun tidur lalu menuju ke kamar korban dan ternyata korban tidak ada di dalam kamarnya," jelas Kapolsek Tapung Hulu Iptu Try Widyanto Fauzal, Rabu (6/11/2019).
Selanjutnya saksi yang merupakan kerabat korban menuju ke belakang rumah untuk menyuci piring. Saat saksi mencuci piring dia melihat ke arah rumah kosong disebelah dan terlihat olehnya korban sedang berdiri dekat pintu belakang rumah kosong itu.
Suasana yang agak gelap subuh itu mungkin menyebabkan dirinya tidak melihat jelas kondisi korban seperti berdiri, sehingga dia terus melanjutkan kerjanya mencuci piring.

Tidak berapa lama datang saksi lainnya, Iyustika Harefa dan menanyakan keberadaan korban kepada Rijois yang menjawab tidak tahu, lalu Iyustika pergi ke belakang rumah untuk cuci muka dan saat itu dia melihat korban seperti berdiri dekat rumah kosong disebelah.
Setelah itu Iyustika masuk ke dalam rumah mengambil beras untuk memberi makan ayamnya, saat memberi makan ayam ini Iyustika kaget karena melihat korban tergantung dengan posisi berdiri.

Menyadari hal itu Iyustika masuk rumah dan memanggil suaminya serta tetangga sekitarnya, dan memberitahukan bahwa dirinya melihat korban diduga bunuh diri dengan cara gantung diri.
Seterusnya mereka mengecek korban untuk memastikan keadaannya. Setelah dicek ternyata benar bahwa korban tergantung seutas tali yang menjerat lehernya dan sudah tidak bernyawa lagi.

Baca: Bupati Kampar Genjot Kinerja OPD, Evaluasi Realisasi Fisik dan Keuangan Juni 2026

Sekitar pukul 07.15 Wib, anggota piket Polsek Tapung Hulu dihubungi pihak keamanan PTPN-V yang memberitahukan telah ditemukan mayat yang diduga gantung diri. Atas informasi itu, Kapolsek Tapung Hulu Iptu Try Widyanto Fauzal SIK bersama anggotanya langsung menuju TKP untuk mengecek kejadian tersebut.
Setelah dicek oleh petugas kepolisian, ternyata benar ditemukan adanya mayat dalam posisi berdiri tergantung, atas kejadian tersebut petugas kemudian melakukan olah TKP.

Saat olah TKP, petugas juga menerima selembar surat yang diserahkan saksi Iyustika Harefa yang menurut penjelasannya surat itu berasal dari korban.
Petugas kemudian menurunkan korban dengan cara memotong tali yang menjerat lehernya, setelah itu korban dibawa ke rumah Carles Hutasoit yang merupakan kerabat korban.
Dari hasil pengecekan petugas kepolisian tidak ditemukan tanda-tanda tindak kekerasan ditubuhnya, namun ditemukan tanda-tanda layaknya orang bunuh diri seperti keluarnya sperma.

Petugas kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Tandun untuk dilakukan Visum, dari hasil visum sementara oleh petugas medis yang memeriksa dr. Dwi Kesuma Ferridawati menerangkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 6 jam yang lalu dan terdapat bekas goresan tali di bagian lehernya dengan bentuk V serta tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Kapolsek Tapung Hulu Iptu Try Widyanto Fauzal juga menyebutkan bahwa berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, diduga korban nekat bunuh diri karena permasalahan asmara akibat hubungannya dengan sang kekasih tidak direstui orang tua kekasihnya. (Kutipan Dari GoRiau.com)

Sumber: GoRiau.com


Terkait
Sinergitas Tanpa Batas, Bupati Kampar Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80
Sinergitas Tanpa Batas, Bupati Kampar Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80
Wabup Misharti Buka Gerakan Pangan Murah di Kuok, Warga
Anggota DPR RI Hendry Munief Silaturahmi dengan Ratusan
Bupati Kampar Tegaskan Komitmen Tekan Inflasi di Hadapa
Lainnya
Rakerkab Di Bagansiapiapi Dibuka Bupati Rohil
Rakerkab Di Bagansiapiapi Dibuka Bupati Rohil
Spesial, Pemko Pekanbaru Bakal Gelar Asessment Kepala D
Hujan Lebat, Beberapa Jalan Penghubung Desa di Wilayah
Billi: Saya Siap Sumpah Pocong, tapi....
Hukum
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK Diminta Usut Tuntas
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK Diminta Usut Tuntas
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Dip
Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Nasional
DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Berangkat Akibat Penutupan Bandara Riyadh
DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Berangkat Akibat Penutupan Bandara Riyadh
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai
Jaksa Agung dan Kapolri Bahas Penanganan Karhutla, Koor
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat