Bupati Kampar dan Belasan Ribu Masyarakat Ikuti Tradisi Ziarah Kubur (Aghi Ghayo Onam) di Bangkinang
KANALSUMATERA.com - Bangkinang – Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, secara resmi melepas rombongan ziarah kubur dalam rangka menyambut tradisi Aghi Ghayo Onam 1447 H yang digelar di Dusun Kampung Godang, Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang (Perkuburan Musyiro).
Dalam kegiatan ini, Bupati Kampar beserta rombongan turut berjalan kaki bersama masyarakat dari Kampung Godang hingga menuju lokasi pemakaman Pahlawan Gandulo Dt. Tabano di desa Muara Uwai, Dusun Uwai, Sabtu (28/3/2026).
Selama perjalanan, suasana kebersamaan dan kekompakan antara pemerintah daerah dan masyarakat lebih terasa, kuatnya nilai tradisi Ayi Ghayo onam yang selalu terjaga di tengah masyarakat Kampar terutama di kecamatan Bangkinang.
Pada kesempatan Aghi Ghayo Onam tahun ini, Ahmad Yuzar beserta rombongan juga ikut serta unsur Forkopimda, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, tokoh adat, ninik mamak, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa kegiatan ziarah kubur atau biasa kita dengar dengan sebutan aghi ghayo onam ini tidak hanya merupakan tradisi tahunan, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi serta mengingatkan para generasi muda akan pentingnya menghargai jasa para pendahulu.
Baca: Pj. Sekda Kampar Pimpin Rapat Persiapan Launching Gerakan Zakat, Infak dan Sedekah
“Tradisi Aghi Ghayo Onam ini merupakan warisan budaya yang harus kita jaga bersama secara turun temurun. Selain memperkuat nilai keagamaan, Aghi Ghayo Onam ini juga menjadi momen kebersamaan dan kedekatan antara pemerintah dengan masyarakat,” ucap beliau.
Kegiatan Aghi Ghayo Onam ini ditutup dengan doa bersama di makam Datuk Tabano, memohon keberkahan serta keselamatan bagi seluruh masyarakat Kampar dalam menyongsong tahun baru Hijriyah, lalu ditutup dengan makan bajambau (makan bersama) di masjid Al-Mujahiddin dusun uwai, desa Muara Uwai.
Pelaksanakan ziarah kubur atau biasa disebut "Aghi Ghayo Onam" oleh masyarakat Bangkinang, adalah merupakan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur. Salah satu kegiatan yang bernilai religius dan membudaya di masyarakat Bangkinang dan sekitarnya ini diikuti oleh ribuan masyarakat dengan penuh khidmat.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan nilai-nilai kearifan budaya lokal, semangat dalam kebersamaan terus terjaga dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Kampar.
