Bicara Sejarah Medan di Hari Kemerdekaan
MEDAN Kanalsumatara.com - jelang peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, RRI Medan menyiarkan talkshow berkaitan sejarah Pertempuran Medan Area. Ada dua narasumber dihadirkan dalam talkshow dipandu penyiar Hasma Lubis itu. Yakni Dr Suprayitno MHum Sejarawan USU dan Dr Edy Ikhsan SH MA Antropolog USU.
Dr Suprayitno mengurai sejarah Perang Medan Area yang dimulai 9 Oktober 1945 hingga Juli 1946 sebelum Agresi Militer Belanda I."Sebelum 14 Agustus 1945 NICA membonceng Belanda untuk menyiapkan kedatangan ke Indonesia mengambilalih pemerintahan dari tangan Jepang," kata Suprayitno.
Kedatangan tentara sekutu dan NICA ternyata memancing berbagai insiden terjadi di Markas NICA yang terletak di Jalan Bali, Kota Medan pada 13 Oktober 1945.Saat itu, seorang penghuni merampas dan menginjak-injak lencana merah putih yang dipakai pemuda Indonesia. Hal ini mengundang kemarahan pemuda Indonesia dan menggempur markas yang pasca perang dijadikan hotel di kawasan Sambu tersebut. Perang Medan Area ini dipimpin Ahmad Tahir dari pihak Indonesia.
"Sekarang hotel berkas markas itu sudah tak ada lagi. Padahal ini peninggalan sejarah," kata Suprayitno.Dari gempuran itu, merembetlah ke pertempuran lainnya. Di antaranya daerah Brayan hingga Helvetia yang dikomandoi Kolonel Bejo menyerang stasiun kereta."Jadi bukan hanya di Surabaya saja, di Medan Area peperangan juga terjadi," kata Suprayitno.
Suprayitno menegaskan, sebelum Jepang menyerah ternyata Belanda sudah sedari awal ingin mengambilalih pemerintahan di Indonesia."Pada 10 Oktober Belanda dipimpin Ted Kelly mendarat di Belawan memulai Perang Medan Utara. Sedangkan Mayjen Chember mendarat di sejumlah titik di Sumatera Utara untuk mengamankan Pulau Sumatera. Jadi siasat mereka sudah jauh-jauh hari memang," kata Suprayitno.
Bahkan di Medan, Belanda membuat sendiri batas wilayah Medan yang memprovokasi rakyat. Belanda menyebar berita bohong (hoax) untuk memecah-belah rakyat dari pasukan yang satu ke pasukan lainnya.
