Waduh, 6.000 Ton Beras Busuk di Gudang Bulog OKU Timur

Amar
Kamis, 7 Februari 2019 16:50:32
Yopi S, Anggota DPRD OKU, gabungan lintas komisi melakukan sidak di gudang Bulog di Martapura, OKU Timur.

BATURAJA, KANALSUMATERA.com – Terkait 6000 ton beras busuk dan kutuan yang ditemukan oleh tim Serapan Gabah (Sergap) TNI AD membuat anggota DPRD Geram.

Anggota DPRD Ogan Komering Ulu (OKU) akhirnya mendatangi Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Divre) OKU di Terukis Rahayu, Martapura, OKU Timur.

Saat masuk ke dalam gudang penyimpanan beras, anggota DPRD OKU mengaku kaget melihat kondisi beras.

“Masya Allah, zolim Bulog ini. Masih banyak masyarakat yang kurang mampu di OKU Raya ini,” ujar anggota Komisi I DPRD OKU, Yopi Sahrudin.

Bulog membiarkan beras ini membusuk di gudang, kutuan dan sudah menjadi bubuk.

Baca: Operasi SAR ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Hari Keempat, 500 Personel Dikerahkan

“Alangkah sayangnya barang (beras,red) sebanyak ini dibiarkan membusuk,” cetus Yopi lagi.

Tampak diantara tumpukan karung beras tersebut tertulis beras turun mutu. “Kalo ini bukan turun mutu lagi, ini hancur mutu namonyo,” ujar Yopi.

Politisi partai Demokrat ini mengaku prihatin, marah dan kesal dengan temuan beras yang bukan lagi turun mutu tapi rusak berat tersebut.

“Belum lagi anggaran yang disia-siakan oleh pihak Bulog dengan tertimbunnya beras ini,” keluhnya.

Pihaknya akan segera memanggil pihak Bulog untuk dimintai pertanggungjawabannya.

“Kita mau tahu apa penyebabnya beras tertimbun sebanyak ini. Bulog harus bertanggung jawab,” katanya.

Sementara Muksin, kepala gudang I Bulog Terukis Rahayu mengaku hanya menjaga gudang saja.

“Soal yang lain, lebih jelasnya silahkan tanya dengan Kepala Bulog,” kilahnya.

Menurutnya, gudang Bulog Terukis Rahayu menampung 3.000 ton beras tahun 2015 dan 200 ton gula tahun 2018.

“Beras ini pembeliannya dengan mitra bulog FH dan BR seharga seharga Rp, 8000,” ungkapnya.

Mukhsin juga membenarkan ada 6000 ton beras busuk.

“Di gudang kita 3000 ton, sisanya ada di gudang Belitang dan gudang lainnya,” jelasnya.

Temuan anggota DPRD, ternyata di gudang Martapura ini tak hanya 3000 ton beras busuk, tapi juga 200 ton gula pasir diduga kadaluarsa.

Diketahui, ribuan ton beras busuk ini hasil temuan Tim Sergap Mabes TNI.

Tim memeriksa gudang Bulog di Kabupaten OKU Timur milik Bulog Sub Divre Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Dalam pemeriksaan didampingi Dandim 0403 OKU, tim Sergap mendapati ribuan ton beras rusak dan membusuk di lokasi gudang tersebut.

Dandim 0403, Letkol Arm. Agung Wisoso saat dikonfirmasi mengatakan, beras busuk itu pengadaan tahun 2015.

“Tinggal menunggu lelang. Tidak ada masalah dengan beras tersebut, karena sudah ada tersangkanya dan sudah dipenjara,” ungkap Dandim.

Kepala Sub Divre Bulog OKU, Deni Laksana Putra saat dikonfirmasi Kamis (24/1) membenarkan jika ada 6000 ton beras busuk tertimbun di gudang Bulog.

Kata Deni beras tersebut masih dalam proses lelang. Namun pihaknya masih tersandung aturan mainnya.

“Nanti tidak ada orang sini yang ikut lelang, biarkan orang luar saja yang ikut, tapi khusus untuk pakan ternak saja,” kata Deni.sc/ks

Lainnya
Inforiau Grup Tujuan Studi Komparatif Diskominfo dan Jajaran Jurnalis Tanah Datar
Inforiau Grup Tujuan Studi Komparatif Diskominfo dan Jajaran Jurnalis Tanah Datar
89 Guru Kecamatan Nongsa Kunjungi Musuem Batam Raja Ali
Warga Jambi Temukan Mortir Sisa Perang Dunia
Jokowi Janji Tiga Bulan Kedepan Bangun Rumah yang Hancu
Nasional
Bakom dan Kemendagri Selidiki Viral Makalah Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026
Bakom dan Kemendagri Selidiki Viral Makalah Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026
Mendagri Siapkan Tiga Skema Solusi Atasi Krisis Gaji Pe
KPK Tegaskan Siap Lawan Gugatan Praperadilan Tersangka
Global
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembuny
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Budaya
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Lifestyle
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker d