Terluka Parah, Kaki Harimau Sumatra Terancam Amputasi

Alwira Fanzary
Selasa, 26 Maret 2019 16:41:58
saat penyelamatan

KANALSUMATERA.com - Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono, mengatakan harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) liar yang terjerat di kawasan hutan Restorasi Ekosistem Riau (RER) terluka parah. Ada kemungkinan kaki harimaunya diamputasi.

"Diharapkan 2-3 hari ke depan ada kejelasan dari dokter hewan yang menangani. Mudah-mudahan tidak diamputasi," kata Suharyono di Pekanbaru, Selasa (26/3).

Satwa langka dilindungi itu berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari BBKSDA Riau dan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dhamasraya (PR-HSD) dari lokasi terjeratnya pada Senin (24/3). Hasil diagnosa awal tim medis menyatakan harimau itu berjenis kelamin jantan dengan perkiraan usia 3-4 tahun, dan bobotnya sekitar 90 kilogram.

Harimau itu terkena jerat di kaki kiri bagian depan, yang diperkirakan sudah berlangsung selama tiga hari. "Saat ditemukan (harimau) diperkirakan sudah terjerat selama tiga hari sampai kakinya mengalami infeksi dan lukanya dikerumuni lalat," ujarnya.

Baca: PKS Kampar Gelar Upacara HUT RI ke-81, Tekankan Persatuan dan Penghargaan bagi Pahlawan

Untuk proses penanganan lebih lanjut, Suharyono seperti yang dilansir dari Antara mengatakan BBKSDA Riau telah menyerahkan harimau terluka itu kepada Balai KSDA Sumatera Barat (Sumbar) yang selanjutnya dititipkan ke PR-HSD di Dhamasraya, Sumbar. "Setelah tiba di Dhamasraya, harimau itu baru mau minum, belum mau makan karena masih trauma. Harimau itu juga demam karena luka di kakinya sampai suhu tubuhnya sekitar 41 derajat Celcius," ujarnya.

Sebelumnya, harimau sumatra itu terjerat di kawasan RER yang dikelola PT Gemilang Cipta Nusantara (GCN) di Desa Sangar Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Perusahaan dari APRIL Group ini mengantongi izin restorasi ekosistem dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Kawasan Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan, sejak 2012 dengan luas 20.265 hektare.

Berdasarkan riset dari lembaga perlindungan satwa WWF dan WCS (Wildlife Conservation Society), kawasan Semenanjung Kampar merupakan kantong populasi harimau sumatra kelas 2 yang mampu menampung hingga 50 individu. Suharyono berharap harimau tersebut bisa diselamatkan sehingga jumlah satwa belang yang mati di Riau tidak bertambah. Sebelumnya, tiga ekor harimau sumatra liar mati akibat jerat yang dipasang warga di Riau pada 2018. Kso



Terkait
Pekanbaru Dipercaya Jadi Tuan Rumah Forum Internasional GCMC, Kepala Daerah Tiga Negara Berkumpul
Pekanbaru Dipercaya Jadi Tuan Rumah Forum Internasional GCMC, Kepala Daerah Tiga Negara Berkumpul
Kapolda Riau Pimpin Sertijab Strategis, Dirintel, Kabid
Usulan Pajak Air Permukaan Batang Sawit untuk Korporasi
Disaksikan Pj. Sekdako, Pemko Pekanbaru Bongkar JPO di
Lainnya
Pimpinan Definitif Dewan Dilantik, Syafrial Kani Pimpin DPRD Padang 5 Tahun ke Depan
Pimpinan Definitif Dewan Dilantik, Syafrial Kani Pimpin DPRD Padang 5 Tahun ke Depan
Anda lulusan SMK namun belum bekerja ? Yuk ikuti progra
Nelayan Di Sumbar Tak Mau Terima Bantuan Alat Tangkap
Disdalduk KB Pekanbaru Ganti Metode Penggunaan Alat Kon
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 202
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I