Status Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Ukurannya Terus Menurun
KANALSUMATERA.com - Tiap hari status Gunung Anak Krakatau terus diperhatikan oleh masyarakat. Untuk menjaga kondusifitas di tengah masyarakat, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho kembali merilis kondisi gunung Krakatau.
Menurut informasi diperoleh dari PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan bahwa tubuh gunung anak krakatau telah berubah akibat erupsi yang menerus.
Hasil pengamatan visual dalam pengukuran, tinggi Gunung Anak Krakatau yang semula 338 meter, saat ini disebutkan hanya 110 meter.
"Volume Gunung Anak Krakatau menurun. Volume yang hilang diperkirakan 150-180 juta meter kubik," kata Sutopo dalam rilisnya.
Sutopo menyebutkan volume yang tersisa saat ini berkisar 40-70 juta meter kubik. Berkurangnya volume tubuh Gunung Anak Krakarau ini diperkirakan karena adanya proses rayapan tubuh gunungapi yang disertai oleh laju erupsi yang tinggi dari 24-27/12/2018.
Sutopo mengaku pengamatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau secara intensif oleh PVMBG. Status Gunung Anak Krakatau tetap di level Siaga (Level III).
"Direkomendasikan kepada masyarakat untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau di dalam radius 5 km dari kawah karena berbahaya dari lontaran batu pijar, aliran lava, awan panas dan hujan abu pekat," ujarnya.
Kata Sutopo tidak benar informasi yang mengatakan status Gunung Anak Krakatau naik Awas (Level IV).
Bahkan tidak ada rencana menaikkan status gunungapi ke Awas dengan kondisi saat ini.
"Jadi status Gunung Anak Krakatau tetap di level Siaga (Level III)," paparnya.
