Status Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Ukurannya Terus Menurun

Mawardi Tombang
Minggu, 30 Desember 2018 07:53:53
Kondisi terkini gunung anak krakatau

KANALSUMATERA.com - Tiap hari status Gunung Anak Krakatau terus diperhatikan oleh masyarakat. Untuk menjaga kondusifitas di tengah masyarakat, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho kembali merilis kondisi gunung Krakatau.

Menurut informasi diperoleh dari PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan bahwa tubuh gunung anak krakatau telah berubah akibat erupsi yang menerus.

Hasil pengamatan visual dalam pengukuran, tinggi Gunung Anak Krakatau yang semula 338 meter, saat ini disebutkan hanya 110 meter.

"Volume Gunung Anak Krakatau menurun. Volume yang hilang diperkirakan 150-180 juta meter kubik," kata Sutopo dalam rilisnya.

Baca: Perkuat Kemandirian Ekonomi Wilayah, Hendry Munief Dorong Sinergi Bisnis antar Provinsi di Sumatera

Sutopo menyebutkan volume yang tersisa saat ini berkisar 40-70 juta meter kubik. Berkurangnya volume tubuh Gunung Anak Krakarau ini diperkirakan karena adanya proses rayapan tubuh gunungapi yang disertai oleh laju erupsi yang tinggi dari 24-27/12/2018.

Sutopo mengaku pengamatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau secara intensif oleh PVMBG. Status Gunung Anak Krakatau tetap di level Siaga (Level III).

"Direkomendasikan kepada masyarakat untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau di dalam radius 5 km dari kawah karena berbahaya dari lontaran batu pijar, aliran lava, awan panas dan hujan abu pekat," ujarnya.

Kata Sutopo tidak benar informasi yang mengatakan status Gunung Anak Krakatau naik Awas (Level IV).

Bahkan tidak ada rencana menaikkan status gunungapi ke Awas dengan kondisi saat ini.

"Jadi status Gunung Anak Krakatau tetap di level Siaga (Level III)," paparnya.



Lainnya
Mubes Pertama IKA-Matematika Uin Suska Riau, Ketua Panitia: Siap Melahirkan Alumni Berkualitas
Mubes Pertama IKA-Matematika Uin Suska Riau, Ketua Panitia: Siap Melahirkan Alumni Berkualitas
Pemuda Tani HKTI Riau Diharapkan Bisa Menurunkan Inflas
Sambut Idul Adha, Pemkab Siak Ingatkan Masyarakat Patuh
Camat Rumbai Pekanbaru Kembali Salurkan Bantuan Donatur
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Politik
Dedi Mulyadi Dikabarkan Gabung ke PSI, Gerindra Jabar: Itu Masih Dugaan
Dedi Mulyadi Dikabarkan Gabung ke PSI, Gerindra Jabar: Itu Masih Dugaan
Syukur Mandar Dorong Prabowo Pimpin Revolusi Modern unt
Golkar Tegaskan Menteri Harus Siap Kerja, Doli: Urus Ne
Nasional
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan Akhir 2026
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan Akhir 2026
Gaji Hakim Naik, Mahkamah Agung Ajukan Tambahan Anggara
Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran T
Pendidikan
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila
Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Ban
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I