Sering Terjadi Kecelakaan, Warga Minta Pemerintah Pasang Lampu Jalan di Highway Pekanbaru-Bangkinang
KANALSUMATERA.com - Usai dilakukan pelebaran jalan Pekanbaru-Bangkinang, persisnya di Desa Rimbo Panjangan hingga Kualu Nenas Kecamatan Tambang Kampar, kecelakaan sering terjadi. Bahkan tak jarang menelan korban jiwa.
Seperti yang terjadi pada Jumat (15/2/2019), terjadi laka lantas yang menewaskan tiga jiwa yaitu atas nama Afrizal, Nursi Wulandari (25) dan anaknya Salwa (1). Almarhum Afrizal tercatat sebagai mantan pemain PSPS Pekanbaru.
Saat itu Afrizal yang mengendarai sepeda motor bersama anak dan istrinya yang ikut meninggal dunia bertabrakan dengan mobil inova di jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang, Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang, Kampar.
Khairunnas saat itu mengendarai sepeda motor Scoopy dari arah Pekanbaru menuju Bangkinang. Setibanya di U-turn KM 20 korban memutar balik menuju arah Pekanbaru.
Saat bersamaan mobil jenis Kijang Innova dalam kecapatan tinggi dari arah Bangkinang melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak korban hingga menyeret korban sejauh 10 meter.
Baca: Tindaklanjuti SE Kemendagri: Selain WFH, Bupati Kampar Juga akan Bersepeda ke Kantor Setiap Jumat
Akibatnya istri dan anak Khairunnas Afriz tewas di tempat karena mengalami luka parah. Sementara pria yang akrab dipanggil Oon itu luka berat dan sempat dibawa ke RS Aulia Hospital Panam untuk diberikan perawatan.
" Innalillahiwainnaillaihirojiun . Kami keluarga besar PSPS Riau turut berduka cita yang sedalam dalamnya. Tadi malam kita mendapat kabar yang sempat ramai dimedsos perihal lakalantas di Rimbo Panjang dan ternyata korban adalah mantan pemain kami," ujar Humas dan Media Officer PSPS Riau, M. Teza Taufik kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (15/2/2019).
Kecelakaan tersebut bukan sekali ini saja terjadi, terutama pada saat pengerjaan konstruksi jalan sebelumnya sering terjadi kecelakaan tunggal atau antar pengendara.
Salah seorang tokoh masyarakat Kampar, Ustadz Tamarudin, yang dihubungi pada Jumat (15/2/2019) pagi menyatakan bahwa terlepas mungkin ada unsur kelalaian dan kurang kehati-hatian korban selama ini, tapi menurut pantauan dia, standar keamanan pengerjaan jalan dua jalur Pekanbaru-Bangkinang sangat minim.
"Ini terbukti dengan banyaknya korban. Sayapun hampir beberapa kali menabrak materil-materil yang ada.Bagi pihak terkait tolong dong lebih serius lagi !"terangnya.
Baca: Masyarakat Pagaran Tapah Adukan PTPN IV ke DPR RI, Adam Syafaat: Puluhan KUD Mitra Dari Luar Desa
Begitu juga pengguna jalan lainnya seperti Muhammad Tomas yang sering bepergian ke Sumatera Barat, menyatakan bahwa kondisi jalan tersebut sekarang ini mengerikan, potensi kecelakaan sangat besar.
"Dulu sewaktu pulang dari Bukittinggi tidak tau jalan mana yang harus dilewati maka harus meraba-raba karena gelap dan lampu jalan tidak ada"terang Tomas.
Untuk itu Tamarudin dan Tomas berharap bahwa pihak terkait agar segera memasang lampu jalan untuk menghindari kejadian kecelakaan serupa. mt
