Sering Terjadi Kecelakaan, Warga Minta Pemerintah Pasang Lampu Jalan di Highway Pekanbaru-Bangkinang

Mawardi Tombang
Jumat, 15 Februari 2019 10:54:01
Tabrakan di Highway Pekanbaru-Bangkinang, persisnya di desa Kualu Nenas beberapa waktu yang lalu

KANALSUMATERA.com - Usai dilakukan pelebaran jalan Pekanbaru-Bangkinang, persisnya di Desa Rimbo Panjangan hingga Kualu Nenas Kecamatan Tambang Kampar, kecelakaan sering terjadi. Bahkan tak jarang menelan korban jiwa.

Seperti yang terjadi pada Jumat (15/2/2019), terjadi laka lantas yang menewaskan tiga jiwa yaitu atas nama Afrizal, Nursi Wulandari (25) dan anaknya Salwa (1). Almarhum Afrizal tercatat sebagai mantan pemain PSPS Pekanbaru.

Saat itu Afrizal yang mengendarai sepeda motor bersama anak dan istrinya yang ikut meninggal dunia bertabrakan dengan mobil inova di jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang, Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang, Kampar.

Khairunnas saat itu mengendarai sepeda motor Scoopy dari arah Pekanbaru menuju Bangkinang. Setibanya di U-turn KM 20 korban memutar balik menuju arah Pekanbaru.

Saat bersamaan mobil jenis Kijang Innova dalam kecapatan tinggi dari arah Bangkinang melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak korban hingga menyeret korban sejauh 10 meter.

Baca: Wali Kota Pekanbaru Tegaskan HGB Ruko STC Tak Bisa Diperpanjang, Ini Alasannya

Akibatnya istri dan anak Khairunnas Afriz tewas di tempat karena mengalami luka parah. Sementara pria yang akrab dipanggil Oon itu luka berat dan sempat dibawa ke RS Aulia Hospital Panam untuk diberikan perawatan.

" Innalillahiwainnaillaihirojiun . Kami keluarga besar PSPS Riau turut berduka cita yang sedalam dalamnya. Tadi malam kita mendapat kabar yang sempat ramai dimedsos perihal lakalantas di Rimbo Panjang dan ternyata korban adalah mantan pemain kami," ujar Humas dan Media Officer PSPS Riau, M. Teza Taufik kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (15/2/2019).

Kecelakaan tersebut bukan sekali ini saja terjadi, terutama pada saat pengerjaan konstruksi jalan sebelumnya sering terjadi kecelakaan tunggal atau antar pengendara.

Salah seorang tokoh masyarakat Kampar, Ustadz Tamarudin, yang dihubungi pada Jumat (15/2/2019) pagi menyatakan bahwa terlepas mungkin ada unsur kelalaian dan kurang kehati-hatian korban selama ini, tapi menurut pantauan dia, standar keamanan pengerjaan jalan dua jalur Pekanbaru-Bangkinang sangat minim.

"Ini terbukti dengan banyaknya korban. Sayapun hampir beberapa kali menabrak materil-materil yang ada.Bagi pihak terkait tolong dong lebih serius lagi !"terangnya.

Baca: Wabup Misharti Lantik Pengurus PGRI Tambang dan Siak Hulu, Perkuat Mutu Pendidikan

Begitu juga pengguna jalan lainnya seperti Muhammad Tomas yang sering bepergian ke Sumatera Barat, menyatakan bahwa kondisi jalan tersebut sekarang ini mengerikan, potensi kecelakaan sangat besar.

"Dulu sewaktu pulang dari Bukittinggi tidak tau jalan mana yang harus dilewati maka harus meraba-raba karena gelap dan lampu jalan tidak ada"terang Tomas.

Untuk itu Tamarudin dan Tomas berharap bahwa pihak terkait agar segera memasang lampu jalan untuk menghindari kejadian kecelakaan serupa. mt



Terkait
Bupati Kampar Dampingi Kapolri Tinjau PT Furuta Presisi, Perkuat Swasembada Pangan Nasional
Bupati Kampar Dampingi Kapolri Tinjau PT Furuta Presisi, Perkuat Swasembada Pangan Nasional
Wabup Kuansing Pastikan Pemerintahan Tetap Stabil dan M
Bupati Zukri: RKPD Pelalawan 2027 Harus Sinkron dengan
Bupati Kampar Lepas  Ribuan Peserta Fun Run Dalam Rang
Lainnya
Camat Teluk Sebong Sebut Banyak Warga tak Tenang Akibat Status Hutan Lindung
Camat Teluk Sebong Sebut Banyak Warga tak Tenang Akibat Status Hutan Lindung
Asap Karhutla Masih Pekat, Jarak Pandang di Pekanbaru 5
Anak Guru Honorer Pidie Jaya Derita Bocor Jantung,Tidak
Pemerintah Janji Bantu Rp 50 Juta Korban Tsunami di Lam
Politik
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi
Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda