WAG IPKR Ta'ziah ke Rumah Almarhum Salman, Korban Tenggelamnya Kapal Banawa
KANALSUMATERA.com - Pekanbaru - Peristiwa naasnya Kapal Wisata Banawa Nusantara 58 yang tenggelam di Danau PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga Almarhum Salman Alfarisi, Wakil Ketua APPSI Riau. Almarhum Salman bahkan meninggalkan anak dan istri.
Salah satu komunitas yang merasakan duka adalah anggota Whatsapp Grup PKR (Ikatan Pemuda Kampar Riau). Anggota WAG tersebut diwakili oleh beberapa orang menyambangi kediaman duka yang beralamat di Rumbai Pekanbaru pada Kamis (7/1/2021). Yurnalis atau Alit yang mewakili anggota menyampaikan salam hormat dan ucapan duka dari pemuda masyarakat Kampar. Beliau mengatakan kedatangan ini adalah bentuk kepedulian kita sebagai pemuda Kampar.
" Harapan kita agar keluarga tetap tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan ini. Kita anggota grub memberikan bantuan yang dikumpulkan dari donatur dan senior-senior. Semoga dapat mengurangi rasa kedukaan keluarga almarhum yang ditinggalkan." kata Aliet.
Aliet juga menyayangkan proses pemulangan korban ke rumah duka dengan tanpa didampingi pihak terkait. Dan apalagi masih dalam keadaan basah tanpa ditutupi kain.
Perwakilan dari tuan rumah, Andi Jaya menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan pemuda Kampar. Dia juga berharap agar pemuda Kampar turut mendorong agar persoalan ini cepat selesai. Terutama proses investigasi yang dilakukan oleh Polres Kampar.
Baca: Masyarakat Pagaran Tapah Adukan PTPN IV ke DPR RI, Adam Syafaat: Puluhan KUD Mitra Dari Luar Desa
Hadir pula tokoh muda Kampar Rahmat Jevary Juniardi atau lebih dikenal dengan Ardo. Beliau juga mengatakan permasalahan ini harus diselesaikan karena menyangkut dengan nyawa orang dan juga meningkatkan kepercayaan publik atas pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Kampar ke depannya.
"Berdasarkan permintaan tuan rumah tadi, kita berharap persoalan ini cepat selesai. Baik secara hukum atau evaluasi total dalam pengelolaan sektor pariwisata di Kampar. Jika ini tak selesai, ditakutkan publik kurang respek dengan destinasi wisata kita. Kita dianggap gagal memberikan jaminan keamanan dan perlindungan hukum terhadap korban" pinta Ardo.
Selain itu untuk meningkatkan pariwisata di Kampar dia juga juga menyarankan Dinas Pariwisata membuat Standar Operasional Prosedur (SOP). Seluruh destinasi. Semua faktor penunjang keamanan, kenyamanan dan keberlanjutan dipenuhi.
"Jangan karena viral, pengunjung banyak, semya sektor diabaikan. Semoga kelalaian ini jangan terulang lagi. Dan jadi pelajaran bagi kita bersama" tutupnya. mk
