Merugikan Daerah, Pemuda Tapung Tolak Pertamina Beroperasi di Rokan Blok Wilayah Tapung
KANALSUMATERA.com - Pekanbaru - Forum Komunikasi Pemuda Tapung Rokan Blok dalam siaran Persnya menyampaikan Penolakan Operasi Migas Pertamina (Pertamina Hulu Rokan) di Wilayah Tapung. Hal itu disampaikan oleh Ketua FKPT, Masri Kumar, Ahad (2/5/2021).
Masri Kumar menjelaskan, Rokan Blok di Bumi Tapung tidak ada kontribusi berarti untuk masyarakat pribumi. Kita tahu besarnya sumber daya alam yang akan dikeruk oleh Pertamina di Tapung. Namun tidak berimbal balik untuk masyarakat Tapung. Dari Bumi Tapung berkontribusi 20% dari total produksi Migas Rokan Blok.
"Untuk apa ada Pertamina jikalau cuma merusak alam kami di Tapung nantinya. Lebih baik tolak saja! tidak ada Pertamina di Tapung pun juga tidak apa-apa. Alam kami pun lebih terjaga. Dan biarkan Sumber Daya Alam ini tetap di dalam Bumi Tapung untuk anak cucu dan generasi yang akan datang." tegas aktivis UIR ini.
Di tambah lagi, serapan pekerja pribumi Tapung boleh dikatakan tidak ada, dan keberpihakan ke usaha kecil tempatan pun tidak ada.
Baca: Bupati Kampar Berharap Sungai Kampar dapat Menjadi Gerbong Penarik Ekonomi Daerah
Harusnya ke depan industri Migas ini juga berpihak pada penduduk lokal sehingga ada multiplyer efek ke lokasi Ring 1 kegiatan migas secara signifikan. "Misal pusat training Pegawai Migas Nasional dibuat di wilayah Tapung harus ada. Sudah 90 tahun Bumi Tapung dikeruk, namun kondisi masyarakat tetap saja seperti itu dari dulu. Angka kemiskinan dan pengangguran juga tinggi.
Kita tidak perlulah jikalau cuma merusak alam tolak saja" tegas Masri.
Senada juga disampaikan oleh Tokoh Muda Tapung sekaligus demisioner ketua umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Tapung Raya (IPMTR), yang kami lihat dari ekspose pertamina dalam Webinar Nasional di berbagai Forum dan Sesi Kunjungan Legislatif Pusat di Riau tidak kami lihat cukup keberpihakan kepada masyarakat, baik itu dari segi kesejahteraan maupun lapangan pekerjaan untuk masyarakat tempatan. Karena data yang kami dapatkan bisa dihitung jari pemuda yang bekerja di Pertamina ini. Maupun di bisnis partner dan dari segi penyaluran dana CSR, kami juga tidak tau mengalinya kemana dan masyarakat belum pernah merasakan dampak yang positif selama Pertamina disini.
"Apakah Pertamina mau kami harus menghadang aktifitas pertamina beroperasi,?" pungkas Muhammad Dinil.
Dia melanjutkan, kami dari desa-desa Ring 1 Operasional Rokan Blok Wilayah Tapung sangat berharap ada perhatian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan termasuk perusahaan Migas yang lain yang juga beroperasi di Wilayah Sungai Tapung ke masyarakat agar tidak ada istilah di masa depan ayam mati di lumbung padi. "Teori kutukan kekayaan Sumber Daya Alam itu harus kita hindari dengan cara dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Di mana air disauh disitu ranting dipatahkan" tambah Asrori, tokoh Pemuda Desa Pantai Cermin yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda Tapung untuk Rokan Blok. ***
