Meresahkan Masyarakat, LGBT Ini di Bekuk Satpol PP Kota Padang
KANALSUMATERA.com - Isu Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender atau yang dikenal LGBT ini kini menjadi perhatian disejumlah kota, termasuk di Padang Sumatera Barat. Pasalnya, kelompok LGBT ini memiliki komunitas tersendiri dan sering mengunggah aktivitasnya dimedia sosial sehingga menimbulkan keresahan. Minggu (4/11/2018) lalu, petugas Satpol PP Kota Padang Sumatera Barat, menahan sekelompok wanita yang “dicurigai” atau kelompok lesbian.
Penangkapan tersebut diungkapkan dalam akun Facebook resmi Satpol PP Kota Padang, Senin (5/11/2018).
Menurut Satpol PP, berdasarkan informasi dari media sosial anggota lesbian itu sendiri. “Di akun Facebook salah satu dari mereka terlihat berbagi foto yang menampilkan adegan berpelukan dan berciuman seperti pria dan wanita. Dari temuan ini, petugas kami akhirnya melakukan pengintaian dan berhasil menemukan identitas dan keberadaan pengunggah foto tidak senonoh itu,” kata Kepala Satpol PP Yadrison dalam rilisnya seperti diberitakan Sumbar.com
Petugas Satpol PP membekuk lima perempuan disatu rumah kost di Padang Selatan, dan lima lainnya di Padang Timur. Usia wanita berkisar antara 23-31 tahun. dari hasil pendataan oleh petugas, menurut rilis tersebut, mereka berinisial MW (23) dengan pasangan FR (24). Kemudian RS (26) dengan pasangannya NP (25), dan satu orang wanita lagi berinisial ZS (23) dikawasan Cendana, Mata Air, Kecamatan Padang Selatan.
Berdasarkan keterangan dan pengakuan mereka, petugas berhasil mengamankan lima orang perempuan lagi dikawasan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur. "Mereka berinisial NL (23), ZL (25), RS (28), FD (24), dan Al (31) didalam salah satu kos-kosan kawasan tersebut sekira pukul 20.00 WIB," jelas Yadrison.
Baca: Tolak RUU P-KS, PKS: Kita Tolak Perilaku LGBT Dari Awal
Yadrison mengungkapkan, mereka yang terjaring tersebut mengakui kelakuannya, bahwa mereka adalah Lesbian. Setelah mengamankan 10 wanita ini, mereka diserahkan ke Kantor Dinas Sosial Padang untuk pembinaan.
“Kami mengirim 10 orang ini ke Kantor Pelayanan Sosial untuk pembinaan dan kami berharap bahwa masyarakat akan bekerjasama dengan kami untuk mengawasi hubungan anak-anak kita dan dengan siapa mereka berhubungan, karena mereka mempengaruhi sikap dan mentalitas anak-anak.” Tutupnya. Sc/Ks
