Masyarakat Desa Subarak Gunung Sahilan Minta Kembalikan Lahan 420 Hektar yang Dikuasai PT RAPP

Mawardi Tombang
Sabtu, 5 November 2022 11:15:38
Saat melakukan aksi.

KANALSUMATERA.com - Dalam memperjuangkan aspirasi hak masyarakat terhadap lahan sebanyak 400 orang warga Desa Subarak melakukan aksi demonstrasi secara damai di Kantor PT. RAPP Wilayah Teso Sektor Timur Gunung Sahilan.(2/10/2022)

Desa Subarak berada di Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar, aksi massa yang sempat dihadang di pos pertama oleh penjaga keamanan perusahaan sempat terhenti dalam menyampaikan aspirasi. Berselang waktu Kapolres Kampar AKBP Didik Priyo Sambodo, S.I.K datang memediasi massa dengan menajemen PT. RAPP Wilayah Teso Sektor Timur.

Pada akhirnya diberikan izin untuk masuk ke pos dua atau wilayah perkantoran RAPP Sektor Timur dengan pengawalan oleh pihak Polsek Kampar Kiri dan Polres Kampar.

Dan diberikan kesempatan untuk berdialog dengan manajemen di perkantoran RAPP sembari menyampaikan tuntutan aksi.

Baca: HMI Cabang Pekanbaru Resmi Dilantik, Raihan Dorong Penguatan Kaderisasi

Tuntutan aksi massa tersebut adalah pengembalian lahan 420 hektar yang dikuasai oleh RAPP sejak tahun 1996, Dalam perjanjian antara Masyarakat Dusun lll Subarak kala itu bersama RAPP dan unsur Desa Gunung Sahilan. Perjanjian tersebutlah yang melatarbelakangi tuntutan massa.

Lapisan masyarakat Desa Subarak turut dihadiri oleh pemerintahan Desa. Sekretaris Desa, Ketua BPD, LPM, kepala dusun, RT/RW, Ibu-ibu PKK dan majelis taklim. Ninik Mamak Tigo Selo di kedesaan Subarak dan Datuk Besar Rantau Kampar Kiri.

Koordinator aksi Yusroni Tarigan menuturkan bahwa permasalahan lahan ini sudah sangat lama berlarut-larut.

"Aksi damai ini kita lakukan adalah sebagai bentuk kepedulian dan rasa prihatin kita pada masyarakat Subarak yang sudah dijanjikan dari tahun 1996 oleh RAPP akan dikembalikan tanahnya ke masyarakat," ujarnya.

Baca: Sabarudi Kenang Krisis Listrik Riau, Perjuangan DPRD Berbuah Lahirnya PLTU Tenayan Raya

"Bukti tertulis sudah ada tahun 1996, ditandatangani oleh manajemen RAPP, Pemerintah Desa Gunung Sahilan dan Masyarakat Dusun lll Subarak kala itu, namun berjalan waktu tidak ada realisasinya. Sampai masyarakat Subarak sudah berdiri sendiri desanya secara resmi oleh pemerintah Kampar. Perjuangan itu sudah dilakukan dari proses bawah oleh Desa, Audiensi dengan KPH Langgam dan Kampar Kiri, Tinjauan lapangan oleh DPRD Kampar Komisi l dan terakhir Hearing di DPRD Kampar tidak ada kejelasan," sebutnya.

"Apabila pihak RAPP tidak juga merespon dengan baik dan mengembalikan hak masyarakat maka kita akan duduki lahan tersebut dan akan kita sampaikan kepada Presiden Joko Widodo bahwa RAPP merampas tanah masyarakat," pungkasnya.

Salah seorang perwakilan perempuan menangis dalam orasinya menyampaikan aspirasi dihadapan Kapolres Kampar, Kapolsek Kampar Kiri dan manajemen RAPP.

"Dahulu lahan itu adalah wilayah perkebun dan ladang masyarakat Subarak, Ayah kami menanami pohon karet mencari rezeki membesarkan anak-anak dan menyekolahkan mereka," pungkasnya dengan nada tersendat-sendat sambil menangis.

Baca: Belum Gelar RAT, Ratusan Koperasi di Pekanbaru Terancam Dibubarkan

Tokoh masyarakat Subarak Syafril menegaskan akan terus memperjuangkan lahan 420 hektar masyarakat yang dikuasai oleh RAPP, karena ada hak dari masyarakat Subarak disana.

"Kita tidak akan pernah mundur memperjuangkan apa yang jadi hak kami, Kami juga berharap pemerintah melihat dan memperhatikan perjuangan kami yang selama ini kami lakukan," tegasnya.**



Terkait
PWI Kampar Gelar Penyembelihan Hewan Qurban, Perkuat Solidaritas Insan Pers dan Kepedulian Sosial
PWI Kampar Gelar Penyembelihan Hewan Qurban, Perkuat Solidaritas Insan Pers dan Kepedulian Sosial
Jelang Pindah Tugas, Danyon 132/BS Silaturahmi ke Bupat
Terima Perwakilan Riau Asal Kampar di Ajang PPPI, Kadis
Abdul Kasim Tegaskan Tak Ada Batas Waktu Rawat Inap BPJ
Lainnya
Gandeng Perguruan Tinggi, Diskes Riau Percepat Capaian Cek Kesehatan Gratis
Gandeng Perguruan Tinggi, Diskes Riau Percepat Capaian Cek Kesehatan Gratis
Gubernur Syamsuar Sebut Jika Berzakat Digalakkan, Tidak
Catat, Operasi Zebra di Batam Mulai 23 Oktober
3 Anggota Dewan Muda yang Mencuri Perhatian Publik di K
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hukum
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Dip
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I