Kades Empat Balai Kuok Dinilai Mahasiswa Tidak Profesional
KANALSUMATERA.com - Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Kuok (IPEMASKO) Naufaluz Zakwan menanggapi sikap Kepala Desa Empat Balai, ia menilai sikap yang lakukan oleh Kepala Desa itu tidak profesional.
Demikian disampaikannya kepada awak media, Minggu (05/02/2022). Di mana, Kepala Desa Empat Balai terkesan menghambat acara yang dia dan teman temannya lakukan dalam sesi Kemah Santai bersama beberapa rekannya.
"Saya sangat menyayangkan sikap Kepala Desa Empat Balai yang tidak Profesional. Sebab, administrasi yang disampaikan pukul 18.35 adalah menghubungi ketua pemuda. Namun, ketika meminta nomor ketua pemuda tidak diberikan, justru dialihkan ke pertanyaan lain. Kemudian, pukul 23.55 beliau menyampaikan administrasi yang berbeda lagi," terang Naufal.
Naufal juga sangat kecewa atas sikap Kepala Desa Empat Balai yang tidak memuliakan tamunya.
"Saya sangat kecewa atas sikapnya yang tidak memuliakan tamu saya yang tentunya juga tamu di desa yang dia pimpin. Padahal, kami hanya beberapa orang. Dan jika beliau menyatakan harus dari Kampus yang menyelenggarakan, tepat pada Jum'at malam semalam sebelum kami ngecamp juga ada beberapa orang yang ngecamp di lokasi yang sama. Itu dengan jumlah sedikit dan camp santai juga," katanya.
Baca: Avika Raya Yolanda Banggakan Kampar Wakili Riau Pada Ajang Putera Puteri Pelajar Nasional 2026
Pemuda yang akrab disapa Bung Naufal tersebut merasa malu karena telah melakukan hal ini kepada Artis Legendaris Kampar berinisial MS.
"Kalaulah Kepala Desa Empat Balai menyambut dengan baik ocu MS tentunya ini menjadi sangat potensial untuk pariwisata di desa Empat Balai, khususnya lokasi yang kami adakan camp. Tapi sangat disayangkan kepala desa Empat Balai terlalu baper sehingga tidak memikirkan lagi peluang yang ada,
Naufal berharap Kepala Desa Empat Balai lebih bijak dalam menempatkan sesuatu.
"Saya berharap Kepala Desa Empat Balai gausah baperanlah. Jika kami mengkawal proses ganti rugi uang desa yang hilang, itu kan adalah hal yang wajar dalam sistem bernegara. Saya rasa tidak perlu dikaitkan dengan kegiatan lain jika ada yang mengkritik, miris." Demikian kata Naufal kepada awak media.*
