JK akan Menutup Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu

Alwira Fanzary
Minggu, 17 Februari 2019 10:04:54
Logo Tanwir ke-51

KANALSUMATERA.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla diagendakan menutup Tanwir Muhammadiyah ke-51 yang digelar di Bengkulu, Ahad (17/2). JK didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla, pagi ini bertolak ke Bengkulu menggunakan Pesawat Khusus Kepresidenan BAE RJ-85, dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta pada pukul 07.00 WIB.

Rombongan diperkirakan tiba di Bandara Fatmawati Soekarno pukul 08.00 WIB dan langsung menuju lokasi tanwir.

Usai menutup Tanwir Muhammadiyah, seperti yang diberitakan Republika, Wapres akan menerima Keluarga Kerukunan Selawesi Selatan di Bengkulu.

Selain menutup Tanwir Muhammadiyah, JK juga diagendakan mengunjungi Masjid Raya Baitul Izzah sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia, ditutup mengunjungi PT Pelindo II di Bengkulu, sebelum kembali ke Jakarta pada Ahad (17/2) sore.

Selain Ibu Mufidah Jusuf Kalla, tampak dalam rombongan diantaranya Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, Staf Khusus Wapres Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Syahrul Udjud.

Tanwir Muhammadiyah dengan bertema 'Beragama yang Mencerahkan' ini merupakan Tanwir terakhir sebelum Muktamar 2020.

Tanwir Muhammadiyah akan mengeluarkan rekomendasi terkait persoalan kebangsaan yang berkembang akhir-akhir ini.

Rekomendasi akan dibacakan pada penutupan Tanwir. Penutupan akan dilakukan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, di Wisma Gubernur Bengkulu pukul 09.00 WIB.

Tema Tanwir Beragama yang Mencerahkan sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, diangkat setelah melalui diskusi lama, terutama terkait dengan berbagai kehidupan terutama politik

Dalam sepuluh tahun terakhir ini ada kegairahan untuk hidup beragama yang tinggi. Bukan hanya di Islam, melainkan juga di agama-agama lain yang kemudian bermuara pada peneguhan identitas keagamaan yang kental.

Penyebabnya antara lain proses perubahan sosial dan modernisasi yang melahirkan sekularisasi, agama hadir sebagai oase di tengah ancaman sekularisme.

Demokrasi memunculkan berbagai paham keagamaan yang sebetulnya keinginan kembali pada ajaran agama yang murni, namun mengalami pengerasan yang cenderung menjadi ekstrem.

Kecenderungan beragama berlebihan misalnya ditunjukkan dalam cara berpakaian merupakan fenomena ingin kembali pada agama yang puritan.

Agama hanya dilihat dari satu aspek ibadah, mengabaikan aspek muamalah. Hubungan ukhuwah sesama pemeluk agama sama yang mestinya interrelasi dan interkoneksi menjadi saling berlawanan ketika pakaian mereka berbeda.

Demikian pandangan yang disampaikan Haedar Nashir dalam kesempatan temu wartawan di sela sidang-sidang Tanwir. Sisi lain dari ekspresi keagamaan identitas seperti itu, menurut Haedar, orang menyebut radikalisme agama, sebagai kelanjutan dari ekstremisme, terhadap masalah kemungkaran yang mestinya diselesaikan secara hukum, dilakukan dengan main hakim sendiri.

“Agama menjadi instrumen untuk melakukan tindak kekerasan terhadap mereka yang berbeda paham. Niatnya nahyi munkar, caranya dengan ekstrem, radikal,” kata Haedar. Kso



Lainnya
Dinkes Pekanbaru Klarifikasi Atas penarikan Dosis Vaksin Covid-19 dari Rumah Sakit
Dinkes Pekanbaru Klarifikasi Atas penarikan Dosis Vaksin Covid-19 dari Rumah Sakit
Aktivis Senior KAMMI 'Tak Habis Pikir', Munculnya KNPI
Mahasiswa Demo di Depan Taman Riyadah
Bea Cukai Amankan Distributor dan 52.800 Batang Rokok I
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I