Jembatan Batang Mahat Beri Harapan Jalan Nasional Kampar Kiri-Lima Puluh Kota Sumbar
KANALSUMATERA.com - Bangkinang - Desa Tanjung Balit Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat, dengan Desa Balung Kecamatan XIII Koto Kampar akan dihubungkan dengan pembangunan jembatan. Di mana Desa Balung XIII Koto Kampar berdekatan dengan Kecamatan Kampar Kiri atau sering di sebut Lipat Kain.
Program pembangunan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Kampar dengan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Dimana pembangunan jembatan terletak pada Kampar bagian selatan yang sangat mudah mengakses Provinsi Sumatera Barat dari Jalur Tengah.
"Kemarin kami sudah kunjungan, untuk menindaklanjuti pelaksanaan Jembatan Balung ini, dimana jembatan itu adalah menghubungkan atau mengkoneksikan Jalan Nasional yang ada di Desa Tanjung Balit Kabupaten Lima Puluh Kota, dengan Desa Balung XIII Koto Kampar. Di mana Desa Balung ini dekat dengan Kecamatan Kampar Kiri, yaitu Desa Sungai Siasam, Sungai Sarik hingga kenegerian Lipat Kain" jelas Ir. H. Azwan, M.Si selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar.
Selain mempermudah aksesibilitas masyarakat Kampar Kiri menuju Provinsi Sumatera Barat. Pembangunan ini juga mudah diakses langsung menuju kawasan Pariwisata yang ada di Kabupaten Kampar, yaitu Wisata Candi Muara Takus yang ada di Koto Panjang dan Wisata Alam yang ada di Kampar Kiri Hulu.
Baca: Srigala Muda Asal Siak Hulu Juarai Pacu Sampan HUT Kampar ke-76
"Kita Ilustrasikan kayak ini, jalan Tol Pekanbaru-Pangkalan itu adalah Jalur Sirip dari Jalan Trans Sumatera yang dari Provinsi Lampung Sampai ke Aceh. Nah, masyarakat Kampar bagian Selatan dan juga Kabupaten Kuantan Singingi bisa langsung mengakses nantinya Pintu Tol yang ada di Muara Takus lewat Jembatan tersebut".
Jadi masyarakat bisa mengakses langsung di daerah Bangkinang lanjut ke Pekanbaru, Dumai, dan bisa langsung menuju ke Jalur Trans Sumatera Utama. Tegas Azwan saat dikonfirmasi wartawan Inforiau.co di Kantor Bapedda Kabupaten Kampar, Kamis (01/10/2020).
Dengan itu juga mempermudah masyarakat Sumatera Barat untuk berkunjung dan mengakses Eko Wisata yang ada di Kabupaten Kampar sekitarnya. Khususnya Kecamatan Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu yang berdekatan dengan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Sehingga untuk realisasinya, Azwan mengatakan pembangunan jembatan tersebut ada di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota. Tentunya secara administrasi bukan wilayah Kabupaten Kampar atau Provinsi Riau yang menangani. Maka dari itu Pemkab Kampar dan Lima Puluh Kota melakukan kerja sama atau MoU supaya jembatan tersebut cepat terealisasi.
Baca: Bupati Kampar Serahkan LKPD Unaudited 2025: Pemkab Komit Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas
"Jadi kita sama-sama mendukung jembatan tersebut. Dimana realisasinya nanti tergantung 2 kabupaten ini. Terutama Kabupaten Kampar mengusulkan ke Bupati Kampar. Lalu Bupati mengusulkan ke Menteri PUPR. Kemudian didukung oleh Anggota Legislatif DPR RI Dapil Riau Ustadz H. Sahrul Aidi Maazat Lc.MA, dan senator kita di DPD RI Edwin Pratama SH. Maka dari itu, mudah-mudahan jembatan ini bisa terwujudkan melalui anggaran APBN" kata Azwan.
"Untuk kesepakatan antar dua Provinsi kita sudah MoU pada Juni kemarin. Dan telah ditandatangani oleh Bupati Kampar dan Bupati Lima Puluh Kota" tegas Azwan. (mal)
