Gatal-gatal Usai Banjir, Warga Medan Labuhan Curiga Pabrik Sekitar Buang Limbah saat Banjir
MEDAN KANALSUMATERA.com - Banjir yang melanda pemukiman warga di kawasan Martubung, persisnya di Jalan Rawe V, Lingkungan VII, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan diduga bercampur limbah pabrik.
Warga menuding, saat hujan deras seperti ini, sejumlah pabrik kerap membuka saluran limbahnya hingga terbawa ke pemukiman warga.
"Kami mintalah kepada pihak terkait untuk mengawasi pabrik-pabrik ini. Karena kalau sudah hujan deras, ada saja itu pabrik yang diduga sengaja membuang limbahnya," ungkap warga setempat, Ari Kurniawan, Rabu (9/10/2019).
Ari mengatakan, lantaran banjir bercampur limbah, tak sedikit warga yang mengalami penyakit kulit. Satu di antara penyakit yang sering muncul adalah gatal-gatal.
"Kalau kita tidak lekas mencuci tubuh yang terkena banjir pakai sabun, pasti lah itu muncul gatal-gatal," katanya kesal.
Ari mengatakan, banjir yang bercampur limbah ini warnanya agak kehitaman. Kadangkala, banjir agak berminyak. Kalau kena ke kulit, maka akan terasa licin.
"Harapan kami Dinas Lingkungan Hidup bisa terjun ke sini untuk memeriksa air yang masih menggenang. Saya yakin sekali, air di sini sudah sangat tercemar," katanya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh www.tribun-medan.com, banjir juga menggenangi kawasan Jalan Jawa, Medan Timur. Ruas jalan yang berada persis di depan Centre Point Mall sudah tergenang setinggi 60 sentimeter.
Sejumlah foto terkait kondisi banjir di Jalan Jawa, Medan Timur memperlihatkan banyak kendaraan yang mogok, khususnya sepeda motor. Tingginya volume air di Jalan Jawa ini diduga tak terlepas dari minimnya wilayah serapan air.
Bagi Anda yang hendak melintas di area Jalan Jawa, sebaiknya mencari jalan lain. Sebab, selain karena tingginya volume air, wilayah ini rawan macet ketika kondisi cuaca buruk seperti sekarang ini.(ray/tribun-medan.com)
