Dolar AS Menguat, KAMMI Ibnu Batutah UNRI Peringatkan Dampak Nyata bagi Ekonomi Rakyat Riau
KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali menjadi sorotan tajam. Aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Ibnu Batutah Universitas Riau (UNRI) menilai, tren pelemahan rupiah bukan sekadar isu makroekonomi, tetapi sudah mulai terasa langsung oleh masyarakat, khususnya di Provinsi Riau.
Aktivis KAMMI Komisariat Ibnu Batutah UNRI, Arijal, menegaskan bahwa penguatan dolar AS memiliki efek berantai yang luas—mulai dari perdagangan internasional hingga tekanan pada ekonomi rumah tangga.
“Kami melihat bahwa kenaikan dolar dapat memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat. Harga barang dan jasa berpotensi meningkat, sementara pendapatan masyarakat belum tentu mengalami kenaikan yang sebanding. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi kelompok masyarakat yang rentan”
Menurutnya, lonjakan dolar mendorong kenaikan harga barang impor, bahan baku industri, hingga kebutuhan pokok yang bergantung pada pasar global. Dampak ini paling dirasakan oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang harus menghadapi lonjakan biaya produksi di tengah daya beli masyarakat yang melemah.
Baca: Kadis PUPR Kampar Bantah Masjid Islamic Center Bangkinang Bocor Usai Direnovasi: Dari Drain AC!
Riau Rentan Terimbas Fluktuasi Global
Sebagai daerah dengan aktivitas ekspor-impor yang cukup tinggi, Riau berada dalam posisi yang dilematis. Di satu sisi, sektor ekspor berpotensi diuntungkan karena nilai dolar yang tinggi. Namun di sisi lain, ketergantungan terhadap barang impor justru meningkatkan biaya operasional di berbagai sektor.
Kondisi ini, menurut KAMMI, berisiko memperlebar tekanan ekonomi di tingkat lokal jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat.
Kritik: Jangan Sekadar Narasi Ekonomi Kuat
Baca: Didukung Baznas Riau, Kegiatan IRMA dan Bazar Ramadan Masjid Raya Annur Sukses Digelar
KAMMI Komisariat Ibnu Batutah UNRI menilai pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan narasi bahwa fundamental ekonomi nasional masih kuat, tanpa menghadirkan solusi nyata di lapangan.
“Kami menilai pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada pernyataan bahwa fundamental ekonomi masih kuat. Pemerintah harus mampu menghadirkan langkah konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pelemahan rupiah yang berkepanjangan merupakan sinyal bahwa terdapat tantangan serius yang harus segera direspons melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat.”
Desak Penguatan Ekonomi Lokal
Untuk mengurangi dampak fluktuasi dolar, KAMMI mendorong pemerintah memperkuat ekonomi domestik melalui peningkatan produktivitas industri lokal dan optimalisasi potensi sumber daya daerah. Ketergantungan terhadap impor dinilai harus segera ditekan.
Baca: Wabup Misharti Safari Ramadhan di Sungai Liti, Himbau Masyarakat Perkuat SilaturrahmI
Selain itu, edukasi literasi keuangan bagi masyarakat juga dianggap penting agar mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Peran Bank Indonesia dan Harapan Sinergi
Di sisi lain, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi, seperti kebijakan suku bunga dan intervensi pasar untuk menahan tekanan terhadap rupiah. Namun, KAMMI menilai upaya tersebut perlu didukung kebijakan lintas sektor yang lebih konkret dan menyentuh masyarakat luas.
KAMMI Komisariat Ibnu Batutah UNRI berharap adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Baca: Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kampar Ke-76 Tahun 2026, Terlaksana Dengan Khidmat Dan Sukses
Organisasi mahasiswa ini juga secara tegas meminta Pemerintah Provinsi Riau untuk mengambil langkah nyata, mulai dari menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok hingga mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam agar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Mahasiswa Siap Kawal Kebijakan
Sebagai bagian dari kontrol sosial, KAMMI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pemerintah dan menyuarakan kepentingan rakyat.
“Sebagai gerakan mahasiswa yang memiliki peran kontrol sosial, kami akan terus mengawal kebijakan pemerintah dan menyuarakan aspirasi rakyat. Kami percaya bahwa stabilitas ekonomi bukan hanya diukur dari angka-angka makroekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan layak. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, bukan sekadar memberikan narasi optimisme tanpa solusi yang nyata.”
