Bupati Pidie Jaya Serahkan Masing-Masing 2 Ha Lahan Kakao Kepada 100 Kombatan GAM
KANALSUMATERA.com - Masing-masing dua hektar per orang lahan kakao diserahkan Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas, kepada sebanyak 100 orang dari 1.976 mantan kombantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Kabupaten Pidie Jaya.
Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas menyebutkan, penyerahan lahan untuk mantan kombatan GAM itu sesuai dengan salah satu poin perjanjian MoU Helsinki, yaitu setiap mantan kombatan GAM berhak mendapat lahan seluas dua hektare per orang.
"Alhamdulillah hari ini kami selangkah lebih maju dari kabupaten lain dalam hal menjalankan perjanjian MoU Helsinki, yaitu setiap mantan kombatan berhak mendapat lahan dua hektare per orang," kata Aiyub Abbas dalam sabutannya pada acara serah terima lahan kakao di aula Kantor Camat Kecamatan Bandar Baru, Selasa (19/3).
Aiyub Abbas berharap, setiap mantan kombatan GAM yang menerima lahan kakao tersebut untuk menumbuh rasa memiliki, hal itu lanjutnya, supaya lahan kakao yang menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) setempat sebesar Rp 5 miliar itu dapat terurus semestinya, dan dapat bermanfaat bagi mantan kombatan serta keluarganya.
Orang nomor satu di Pidie Jaya itu, seperti dimuat ajnn, mengatakan bagi mantan kombatan GAM yang belum mendapat jatah lahan, pemerintah setempat akan mengusahakan demi terpenuhi hak mantan kombatan seperti dalam perjanjian MoU Helsinki.
"Jumlah mantan kombatan di Pidie Jaya 1.976 orang, yang belum dapat, kami akan terus berusaha agar semuanya mendapat hak sesuai perjanjian MoU Helsinki. Lahan ini untuk pemberdayaan mantan kombatan GAM. Dan perlu diingat, lahan ini tidak boleh berpindah tangan," tegas Aiyub Abbas.
Ia juga menjelaskan alasan pemerintah setempat memberikan lahan kakao kepada mantan kombatan GAM, katanya, kakao merupakan komoditas perkebunan yang dalam beberapa dekade ini terbukti mampu menjadikan sumber pendapatan memadai dan memberikan kesejahteraan bagi petani.
Selain itu, kakao juga memberi andil nyata bagi perolehan divisa negara dan menyerap lebih dari satu juta tenaga kerja yang terlibat di sektor produksi maupun pengolahan dan perdagangan. Oleh karena perannya yang sangat besar, pemerintah menetapkan kakao sebagai komoditas yang harus terus dikembangkan.
"Komoditas kakao juga berperan besar sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi terutama daerah pendesaan di sentra-sentra produksi," jelasnya.
Sekedar untuk diketahui, lahan kakao yang dibagikan kepada 100 mantan kombatan GAM itu pada tahun 2017 lalu rencana dijadikan lahan sawit. Namun masyarakat dan sejumlah LSM yang peduli lingkungan menolak rencana pemerintah tersebut, sehingga anggaran sebesar Rp 5 miliar yang mulanya direncanakan untuk sawit dialihkan menjadi tanaman kakao.ks
