Banjir Lumpuhkan Ekonomi Masyarakat Desa Gobah
KANALSUMATERA.com - Sejak sepekan terakhir, banjir telah merendam 90 persen daerah pemukiman masyarakat Desa Gobah, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau.
Sedikitnya, 1300 KK diprediksi tak dapat melakukan kegiatan ekonomi, yang mana kehidupan di Desa Gobah tersebut 100 persen dari hasil pertanian.
Dari pantauan dilokasi banjir, ketinggian air mencapai leher orang dewasa atau sekitar 160 centimeter pada, Rabu (12/12/2018).
Informasi yang diperoleh dari Kepala Desa Gobah, Erpandah, saat ini ekonomi masyarakat yang rata-ratanya adalah bertani menjadi lumpuh total.
Baca: Kadisbunnak Keswan Kampar Bantah Isu Jalan Produksi dan Bibit Sawit, Tegaskan Sesuai Prosedur
"Tak ada aktifitas ekonomi yang dapat dilakukan masyarakat kita dalam beberapa hari ini, masyarakat hanya mampu bertahan dengan kondisi sekarang, pun begitu bantuan logistik dari pemerintah setempat," ujarnya.
Ya, banjir yang terjadi saat ini cukup dirasakan oleh masyarakat setempat. Bukan masalah banjirnya, akan tetapi terkait masalah perekonomian.
Dimana, 100 persen perekonomian masyarakat Desa Gobah dihasilkan dari pertanian seperti kelapa sawit dan juga karet, dimana untuk kelapa sawit itu sendiri seperti kita ketahui bahwa harganya telah mengalami penurunan drastis.
"Kalau tidak terjadi bencana ini (banjir) masyarakat masih mampu bertahan walau dengan ekonomi yang pas-pasan tersebut, namun sekarang apa? Harga sawit anjlok, manen pun tak dapat dilakukan karena banjir," tambah Erpandah.
Baca: Pemprov Riau: Kinerja Polda Riau Jadi Modal Penting Dukung Iklim Investasi
Untuk itu, dikesempatan ini Erpandah berharap kepada pemerintah utamanya Dinas Sosial Kabupaten Kampar atau pun Dinas Sosial Provinsi Riau untuk dapat menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakatnya untuk dapat meringankan beban masyarakat.
Dari pantauan dan juga informasi yang diperoleh Inforiau dilokasi, selain persoalan ekonomi, ribuan hektar padi masyarakat setempat juga terancam gagal panen padi akibat terendam air. Dan masyarakat setempat hanya mampu berharap agar air segera surut. iin
