Asisten II Buka Jambore BKMT Tingkat Kecamatan Marpoyan Damai
PEKANBARU,KANALSUMATERA.com - Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Marpoyan Damai mengadakan Jambore PC BMKT tingkat kecamatan Marpoyan Damai dengan tema melalui Jambore BKMT mari kita tingkatkan kualitas IMTAQ sumber daya manusia mendukung visi kota pekanbaru menuju terwujudnya Pekanbaru Smart City yang Madani. Acara ini resmi di buka Walikota Pekanbaru Dr.H.Firdaus, MT, ST melalui Asisten II Setdako Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hj El Syabrina, Kamis (3/10).
Dalam sambutan Walikota dibacakan Asisten II El Syabrina mengajak ibu-ibu dari majelis BKMT Kecamatan Marpoyan Damai untuk dapat menyuarakan dan menyemarakkan peningkatan iman dan taqwa, melalui beberapa kegiatan pengajian dan majelis ilmu yang dibentuk.
"Pemerintah Kota Pekanbaru sangat berharap peran Ibu-ibu dari BKMT di tengah masyarakat untuk selalu menyemarakkan pentingnya meningkatkan iman dan taqwa. Sekali lagi kami berterima kasih dan semoga jadi ladang amal buat kita semua," ujar Asisten.
Sementara, Camat Marpoyan Damai, Junaedy S.Sos M.Si mengatakan, Kegiatan ini rutin di laksanakan dengan harapan dapat meningkatkan kualitas SDM terutama yang tergabung dalam wadah BKMT.
Baca: Kepala Diskominfo dan Persandian Kampar Gelar Tandatangan MoU dengan Beberapa Media Pers
Dengan dilaksanakannya Jambore BKMT tingkat Kecamatan Marpoyan Damai ini semoga ibu-ibu yang mengikuti mendapat berkah buat kita semua terlebih yang di dapat di ikuti oleh seluruh peserta jambore.
Selain itu, Camat Junaedy berkomitmen terhadap PC BKMT Kecamatan bahwa setiap permasalahan di BKMT silahkan segera menghubungi pihaknya. " Tidak usah segan-segan berkoordinasi dengan kami (camat red), saya siap bersinergi dengan BKMT, " jelas nya
Kegiatan BKMT Marpoyan Damai ini di isi dengan berbagi lomba yang di ikuti oleh Persatuan Majelis Taklim (Permata) setiap kelurahan di Kecamatan Marpoyan Damai diantaranya yaitu Salawat badar, Asmaul Husna, dan hafalan surat Al Wakiah.
setiap Kelurahan mengutus 21 orang seluruhnya berjumlah 126 peserta.
"Ini bukan sekedar lomba. Terpenting, Ibu-ibu yang menjadi pilar ditengah masyarakat dapat mengambil hikmah dan menularkan makna dari dari yang diperlombakan," ujarnya.
