Asa Kaum Lansia di Ujung Usia

Mawardi Tombang
Senin, 19 Agustus 2019 11:43:12
RUMAH TAK LAYAK HUNI- Johariah, janda lansia mendiami rumah tak layak huni di Gampong Seumanah Jaya,

Kanalsumatra.com - IDI - Sejumlah kaum lanjut usia (lansia) di Aceh Timur, hidup dalam keadaan serba kekurangan. Tempat tinggal mereka juga sangat memperhatikan. Di usia tua, dan akibat sakit yang dideritanya, para lansia ini hanya hidup pasrah karena tak mampu berbuat apapun lagi.

Untuk makan sehari-hari mereka mengharapkan kasih sayang, dan perhatian dari sanak saudara dan para dermawan. "Saya sudah tak berdaya lagi, hanya terbaring di tempat tidur dan tak bisa melihat lagi," ungkap Sri Jemat, janda berusia 62 tahun yang tinggal di rumahnya yang mulai lapuk di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, saat ditemui Serambi, Minggu (18/8).

Sri Jemat, mengaku selama ini tidak pernah mendapatkan bantuan sosial apapun dari pemerintah. Karena itu, di ujung usianya ia berharap ada pihak dermawan yang memberikan perhatian. "Semoga ada bantuan sebelum ajal menjemput," harap Sri Jemat.

Kesedihan serupa juga dialami Johariah (62) janda lansia yang hidup dalam keadaan serba kekurangan. Dinding rumahnya masih bocor, karena tak sepenuhnya ditutup seng bekas sehingga seringg masuk air saat hujan.

Akibat sakit yang dideritanya, untuk bangun dari tempat tidur pun Johariah tak kuasa. Namun ia sangat berambisi untuk menjalani pengobatan agar bisa sembuh dari sakit yang dideritanya. "Kini saya hanya hidup pasrah. Rumah saya pun sudah bocor-bocor," ungkap Johariah, yang berharap dapat dibantu oleh pemerintah.

Selain Sri Jemat dan Johariah, terdapat sejumlah janda lansia lagi yang tinggal di Gampong Seumanah Jaya yang hidup serba kekurangan dan mengharapkan perhatian dari pemerintah. Mereka yaitu Mariam Sulaiman (55), Halijah (55), Rabunah (60), dan Rabumah.

Selain janda lansia, juga terdapat sejumlah warga yang cacat fisik, juga hidup sangat memprihatikan. Seperti Hasan Maun, karena tidak bisa melihat dan bekerja lagi kini. Ia hanya terbaring di tempat tidur. Sakit serupa dan tak bisa melihat dialami Deni Syahputra. Ia juga mendiami rumah tak layak huni bersama istri dan lima anaknya yang masih kecil.

Dibantu anaknya, ia bekerja mencuci kendaraan di atas jembatan gampong setempat. "Meski tak bisa melihat, saya harus bekerja menghidupi anak-anak. Semoga pemerintah bisa membantu saya modal usaha," ungkap Deni, yang juga berharap rumahnya dapat direhab.(c49)



Lainnya
Syahrul Aidi Apresiasi Event Festival Danau Bokuok, Minta Diteruskan dan Danau Dirawat
Syahrul Aidi Apresiasi Event Festival Danau Bokuok, Minta Diteruskan dan Danau Dirawat
Gubri Syamsuar Berharap Dukungan Media Jaga Suasana Ama
Pemkab Siak Serahkan Sembako Kepada Perempuan, Anak, da
Danrem 042/Garuda Hitam Lampung Pelajari Peta Rawan Pem
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Kriminal
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Hukum
GEMA Keadilan Riau Desak Polda Usut Tuntas 22 Kasus Mafia BBM Bersubsidi
GEMA Keadilan Riau Desak Polda Usut Tuntas 22 Kasus Mafia BBM Bersubsidi
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut P
Syahrul Aidi: Investasi Asing Harus Sejalan Kepentingan
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan